BOJONEGORO — Pekerjaan pembangunan U-Ditch di Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian warga.
Pasalnya, aktivitas pekerjaan disebut terhenti sekitar satu pekan, sementara kondisi lokasi masih menyisakan kerukan tanah dan material bebatuan di sekitar akses jalan masyarakat.
Pantauan di lokasi, Senin (5/10/2026), menunjukkan area pekerjaan belum kembali dikerjakan.
Kerukan tanah terlihat berada di jalur yang menjadi akses warga, disertai material bebatuan yang membuat pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
Situasi tersebut semakin menjadi sorotan karena belum terlihat rambu peringatan atau pembatas proyek yang dinilai cukup jelas untuk memberi tanda kepada pengguna jalan bahwa terdapat aktivitas pekerjaan di lokasi.
Kondisi ini bukan hanya persoalan proyek yang belum dilanjutkan.
Keberadaan kerukan dan material di area akses masyarakat juga menyangkut aspek keselamatan pengguna jalan.
Salah seorang warga setempat, J, mengaku aktivitas pekerjaan tersebut telah berhenti kurang lebih satu minggu.
“Ki ngarep gudang ku, Mas, di keruk bego wis 1 minggu gak diterusne garapane. Trus arep mergawe piye,” ujar J.
Menurut warga, akses tersebut tetap digunakan untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Karena itu, ketika terdapat kerukan maupun material proyek di sekitar jalan, diperlukan pengamanan yang memadai agar tidak membahayakan masyarakat.
Apalagi, pengguna jalan yang belum mengetahui adanya pekerjaan dapat kesulitan mengantisipasi kondisi jalan.
Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan apabila penerangan atau jarak pandang di lokasi tidak optimal.
Terhentinya pekerjaan seharusnya tidak berarti pengamanan lokasi juga ikut dihentikan.
Selama masih terdapat kerukan, material, maupun bagian pekerjaan yang berada di sekitar akses masyarakat, rambu peringatan dan pembatas perlu dipastikan tersedia serta mudah terlihat.
Penataan material proyek juga menjadi bagian penting agar badan jalan tetap dapat digunakan secara aman oleh masyarakat.
Atas kondisi tersebut, warga berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan ke lokasi.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab pekerjaan belum dilanjutkan, memastikan pelaksanaan proyek sesuai ketentuan, sekaligus melihat sejauh mana standar keselamatan pengguna jalan diterapkan.
Masyarakat juga membutuhkan kejelasan mengenai siapa pelaksana pekerjaan, alasan pekerjaan berhenti sekitar satu pekan, serta kapan pembangunan U-Ditch tersebut akan kembali dilanjutkan.
Jangan sampai persoalan keselamatan baru menjadi perhatian setelah terjadi kecelakaan.
Ketika pekerjaan konstruksi bersinggungan langsung dengan akses masyarakat, aspek keselamatan semestinya menjadi prioritas sejak awal hingga proyek benar-benar selesai.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak pelaksana pekerjaan maupun dinas terkait belum memberikan keterangan mengenai kondisi tersebut.
Klarifikasi dari pihak terkait masih diperlukan agar informasi yang diterima masyarakat dapat disampaikan secara utuh dan berimbang.
Warga berharap persoalan tersebut segera mendapatkan solusi.
Proyek pembangunan pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan fasilitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sehingga selama proses pengerjaan berlangsung, akses dan keselamatan warga juga harus menjadi perhatian utama. (er)










