TNI/POLRI

TMMD Bojonegoro Gerakkan Penghijauan, 50 Bibit Ditanam di Kesongo

aksesadim01
7891
×

TMMD Bojonegoro Gerakkan Penghijauan, 50 Bibit Ditanam di Kesongo

Sebarkan artikel ini
img 20260808 wa0038

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur.

Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi perhatian melalui aksi penanaman puluhan pohon yang digelar pada Jumat (7/8/2026).

Kegiatan penghijauan tersebut melibatkan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, serta Pemerintah Desa Kesongo.

Sebanyak 50 bibit pohon dari lima jenis, yakni trembesi, flamboyan, tabebuya, pule, dan mahoni, ditanam di tiga lokasi strategis, yaitu kawasan embung, kawasan KDKMP, serta bantaran sungai Desa Kesongo.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengatakan penanaman pohon ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih hijau sekaligus menjaga kelestarian alam.

Menurutnya, penanaman pohon tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Yang jauh lebih penting adalah komitmen seluruh masyarakat untuk merawat tanaman, terlebih saat memasuki musim kemarau.

“Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga dan merawat pohon-pohon ini. Jangan sampai bibit yang sudah ditanam menjadi sia-sia karena tidak disiram atau dirawat,” ujarnya.

Kusnadi menambahkan, masih banyak titik di Desa Kesongo yang membutuhkan penghijauan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan DLH agar program penanaman pohon dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh warga menjadikan budaya menanam pohon sebagai gerakan bersama.

“Kalau setiap warga menanam minimal satu pohon setiap tahun, saya yakin Desa Kesongo akan semakin hijau, teduh dan nyaman. Tidak harus menunggu bantuan pemerintah, masyarakat juga bisa mencangkok atau menanam sendiri,” kata Kades Kusnadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Imam Purnomo, menegaskan bahwa keberhasilan penghijauan bukan diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, melainkan dari tingkat keberhasilan pohon tersebut tumbuh hingga besar.

Dia mengungkapkan, pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan masih banyak bibit yang mati karena kurangnya perawatan, terutama saat musim kemarau.

“Kami berharap Pemerintah Desa bersama masyarakat ikut bertanggung jawab merawat tanaman ini. Keterbatasan anggaran membuat kami tidak mungkin terus-menerus melakukan penyiraman dari kabupaten. Karena itu, kolaborasi masyarakat sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Imam menilai keberadaan pohon di sekitar embung memiliki manfaat besar, mulai dari memberikan keteduhan hingga membantu memperkuat struktur tanah agar tidak mudah mengalami erosi.

Dirinya juga mengapresiasi Desa Kesongo yang sebelumnya berhasil meraih penghargaan di bidang lingkungan serta menjadi lokasi pelaksanaan TMMD ke-129.

“Yang paling penting setelah penanaman adalah perawatannya. Pohon-pohon ini harus dijaga agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat di masa depan,” tegasnya.

Di sisi lain, Babinsa Desa Kesongo Serka Lasmidi menyampaikan bahwa kegiatan penghijauan merupakan bagian dari semangat TMMD dalam membangun desa secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembangunan fisik tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Melalui sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Desa, dan masyarakat, diharapkan gerakan menanam pohon ini mampu menciptakan Desa Kesongo yang semakin hijau, sejuk, serta menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (er)