BOJONEGORO – Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, sebuah alat sederhana justru memegang peranan penting.
Bukan alat berat atau kendaraan modern, melainkan gerobak dorong yang setiap hari menjadi andalan Satgas TMMD dalam mendistribusikan material pembangunan di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.
Kondisi akses jalan yang sempit dan berada di kawasan permukiman membuat gerobak dorong menjadi solusi paling efektif untuk mengangkut material menuju titik-titik pekerjaan.
Alat sederhana ini mampu menjangkau lokasi yang tidak dapat dilalui kendaraan besar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemandangan tersebut terlihat di Dusun Krebet, saat personel Satgas TMMD ke-129 dengan penuh semangat memindahkan batako ringan (hebel) menggunakan gerobak dorong menuju lokasi pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) maupun sasaran fisik lainnya.
Di bawah terik matahari, para prajurit bergantian memuat material ke atas gerobak, lalu mendorongnya melewati jalan beton desa.
Aktivitas itu dilakukan berulang kali demi memastikan pasokan material tetap lancar sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.
Anggota Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Prada Axhim Yonas M. Lekoli, mengatakan gerobak dorong memiliki peran yang sangat penting selama pelaksanaan pembangunan di Desa Kesongo.
Menurutnya, meski sederhana, alat tersebut sangat membantu mobilisasi material pada lokasi-lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat maupun alat berat.
“Gerobak sorong menjadi salah satu alat yang paling vital di lapangan. Selain praktis dan mudah digunakan, alat ini memungkinkan material sampai langsung ke titik pekerjaan tanpa merusak jalan lingkungan maupun pekarangan warga yang aksesnya cukup sempit,” ujar Prada Axhim, Senin (27/7/2026).
Ia menambahkan, penggunaan gerobak dorong juga membuat proses distribusi material menjadi lebih efisien karena personel dapat mengatur pengangkutan sesuai kebutuhan di lapangan.
Bagi Satgas TMMD, gerobak dorong bukan sekadar alat angkut material. Di balik roda sederhana itu tersimpan semangat pengabdian, kerja keras, dan gotong royong yang menjadi ciri khas pelaksanaan TMMD.
Tanpa mengenal lelah, para prajurit bersama masyarakat saling membantu mengangkut material dengan beban puluhan kilogram demi mempercepat pembangunan rumah layak huni, fasilitas umum, hingga berbagai sasaran fisik lainnya.
Semangat tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan peralatan tidak pernah menjadi hambatan untuk menghadirkan hasil terbaik bagi masyarakat.
Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro yang dimulai sejak 15 Juli 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan Agustus mendatang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.”
Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, setiap proses pembangunan di Desa Kesongo tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Bahkan dari sebuah gerobak dorong sederhana, tersirat semangat besar untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (er)







