Daerah

Arak-arakan Gunungan hingga Pengajian, Sedekah Bumi Sumbang Bojonegoro Penuh Makna

aksesadim01
9295
×

Arak-arakan Gunungan hingga Pengajian, Sedekah Bumi Sumbang Bojonegoro Penuh Makna

Sebarkan artikel ini
img 20260723 wa0053

BOJONEGORO – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Pendapa Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro, Rabu (22/7/2026) malam.

Ratusan warga tumpah ruah mengikuti rangkaian Sedekah Bumi, tradisi tahunan yang digelar sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rezeki sekaligus momentum mempererat persaudaraan antarwarga.

Perayaan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun itu semakin semarak dengan arak-arakan gunungan hasil bumi, bazar UMKM, hingga pengajian umum bersama KH Agus Salim yang dipadati masyarakat dari berbagai kalangan.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas komitmen masyarakat Kelurahan Sumbang dalam menjaga tradisi lokal di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, sedekah bumi bukan hanya sebuah ritual budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan semangat gotong royong, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM.

“Kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan ini merupakan modal sosial yang sangat berharga. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan seluruh elemen harus terus dijaga untuk mendukung pembangunan Bojonegoro yang semakin maju dan sejahtera,” ujar Nurul Azizah.

Lurah Sumbang Krisna Supriyadi menjelaskan, rangkaian sedekah bumi telah dimulai sejak pagi melalui kegiatan kerja bakti yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Bersama-sama, warga membersihkan lingkungan sebagai simbol kepedulian terhadap kebersihan sekaligus bentuk kesiapan menyambut tradisi tahunan tersebut.

Setelah itu, masyarakat melaksanakan doa bersama di makam Ki Mertho Yudho, tokoh yang memiliki kaitan erat dengan sejarah Kelurahan Sumbang.

Doa dipanjatkan sebagai ikhtiar memohon keselamatan, keberkahan, dan kemajuan bagi seluruh warga.

Puncak kemeriahan terlihat saat gunungan hasil bumi diarak mengelilingi wilayah kelurahan.

Gunungan yang berisi aneka hasil pertanian menjadi lambang rasa syukur atas hasil panen dan harapan agar rezeki masyarakat terus bertambah di masa mendatang.

Antusiasme warga begitu tinggi, sepanjang rute arak-arakan dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan prosesi budaya tersebut.

Kehadiran anak-anak hingga generasi muda menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih tetap dicintai dan terus diwariskan lintas generasi.

Tak hanya mengangkat nilai budaya, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi melalui bazar UMKM yang menghadirkan berbagai produk unggulan warga.

Beragam kuliner, makanan olahan, minuman, hingga hasil kerajinan lokal ramai diserbu pengunjung.

Bazar tersebut menjadi wadah promosi sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil di Kelurahan Sumbang.

Kehadiran masyarakat yang memadati lokasi kegiatan turut menggerakkan roda perekonomian lokal.

Menjelang akhir acara, suasana berubah khidmat saat KH Agus Salim menyampaikan tausiyah.

Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk terus mensyukuri nikmat Allah SWT, menjaga persatuan, mempererat ukhuwah, serta melestarikan tradisi yang sejalan dengan nilai-nilai agama.

Selain Wakil Bupati Nurul Azizah, kegiatan tersebut juga dihadiri Budi Irawanto, Wakil Bupati Bojonegoro periode 2019–2023.

Kehadiran keduanya disambut hangat oleh masyarakat yang memadati Pendapa Kelurahan Sumbang.

Melalui penyelenggaraan Sedekah Bumi, Kelurahan Sumbang kembali menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai keagamaan, kebersamaan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap relevan sebagai perekat persatuan sekaligus penggerak pembangunan berbasis kearifan lokal. (Er)