BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.
Di balik aktivitas pembangunan fisik, tersimpan kisah sederhana yang justru menyentuh hati masyarakat.
Pada Minggu (20/7/2026), suasana sore di Desa Kesongo dipenuhi kehangatan saat personel Satgas TMMD membaur bersama warga.
Momen tersebut memperlihatkan sisi humanis prajurit TNI yang berjalan santai menyusuri jalan desa sambil berinteraksi dengan masyarakat.
Salah satu pemandangan yang menarik perhatian adalah ketika seorang prajurit Satgas TMMD dengan penuh kepedulian menggandeng tangan seorang balita yang mengenakan pakaian loreng mini.
Balita itu tampak ceria mengikuti langkah sang prajurit, sementara dua remaja putri warga setempat ikut menemani perjalanan mereka dengan obrolan ringan yang penuh canda.
Pemandangan sederhana itu menjadi simbol eratnya hubungan antara Satgas TMMD dan masyarakat. Sekat antara aparat dan warga perlahan hilang, berganti menjadi hubungan yang akrab layaknya keluarga sendiri.
Kedekatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang rutin dilakukan personel Satgas TMMD selama menjalankan tugas di Desa Kesongo.
Melalui pendekatan ini, prajurit tidak hanya fokus menyelesaikan sasaran fisik, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan masyarakat.
Prada Wasikan menegaskan bahwa keberadaan Satgas TMMD memiliki tujuan lebih luas daripada sekedar menyelesaikan proyek pembangunan.
“Kami hadir bukan hanya untuk membangun fasilitas desa, tetapi juga ingin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dari komunikasi seperti inilah kami bisa mengetahui kebutuhan, harapan, hingga berbagai persoalan yang dirasakan warga,” ujarnya.
Pendekatan yang dilakukan para prajurit mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Warga merasa lebih dekat dengan anggota TNI yang selama ini dikenal tegas, namun ternyata mampu hadir dengan sikap ramah, sederhana, dan penuh kepedulian.
Kehadiran Satgas TMMD bahkan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus bergotong royong menyukseskan seluruh rangkaian program TMMD ke-129.
Kebersamaan yang terjalin membuat proses pembangunan berlangsung lebih kompak dan penuh semangat.
Balita yang mengenakan seragam loreng mini sambil menggenggam tangan prajurit pun menjadi gambaran sederhana tentang kuatnya ikatan emosional antara TNI dan masyarakat.
Momen tersebut sekaligus mencerminkan nilai “TNI Manunggal dengan Rakyat” yang terus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.
Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo memang akan berakhir pada pertengahan Agustus 2026.
Jalan cor beton, rehabilitasi rumah layak huni, sumur bor, hingga berbagai pembangunan lainnya akan menjadi bukti nyata hasil kerja bersama.
Namun lebih dari itu, warisan terbesar yang ditinggalkan adalah kepercayaan, rasa kekeluargaan, dan kedekatan antara prajurit Satgas TMMD dengan warga Desa Kesongo.
Ikatan yang terbangun selama sebulan penuh diyakini akan terus dikenang, bahkan setelah seluruh personel kembali ke satuan masing-masing.
Melalui kebersamaan inilah, TMMD kembali membuktikan bahwa membangun desa bukan hanya soal menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat persaudaraan, gotong royong, dan semangat kebangsaan yang tumbuh dari tengah masyarakat. (er)







