BOJONEGORO – Semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Tidak hanya fokus membangun infrastruktur, TMMD juga menggerakkan aksi kepedulian terhadap lingkungan melalui kerja bakti membersihkan area Embung Bekatul.
Pada Kamis (16/7/2026), personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) turun langsung membersihkan kawasan embung yang menjadi salah satu sumber cadangan air bagi masyarakat.
Sebanyak 20 personel gabungan terlibat dalam kegiatan tersebut.
Mereka bergotong royong memangkas rumput liar, membersihkan semak belukar, serta mengangkut sampah yang berada di sekitar embung agar kawasan menjadi lebih bersih, rapi dan nyaman.
Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Adi Yuniarto, mengatakan kegiatan kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, mahasiswa, dan masyarakat.
“Kami bersama mahasiswa KKNTK Unigoro melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan Desa Kesongo. Harapannya, kawasan embung menjadi lebih bersih, indah, dan nyaman sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk terus merawat fasilitas umum, termasuk embung yang memiliki fungsi penting sebagai penyedia cadangan air dan penunjang aktivitas warga.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur baru, tetapi juga dari tumbuhnya budaya peduli lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Koordinator Mahasiswa KKNTK Unigoro, Wahyu Putro Utomo, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi bersih-bersih tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap keberhasilan program TMMD.
Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam membangun desa.
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa ketika semua elemen bersatu, manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih besar, terutama dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa,” katanya.
Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa TMMD ke-129 tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik seperti jalan, drainase, sumur bor, rehabilitasi rumah layak huni, dan perbaikan sekolah, tetapi juga mendorong terciptanya kepedulian sosial serta pelestarian lingkungan.
Melalui sinergi lintas sektor yang terus terjalin, TMMD ke-129 di Desa Kesongo diharapkan mampu meninggalkan warisan yang lebih luas daripada sekedar pembangunan infrastruktur.
Budaya gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta kolaborasi antara TNI, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan desa yang bersih, sehat, tangguh dan berkelanjutan. (er)







