Daerah

Rojo Nogo Resmi Mengaspal, Pemkab Bojonegoro Perkuat Kemandirian Pangan Daerah

aksesadim01
7860
×

Rojo Nogo Resmi Mengaspal, Pemkab Bojonegoro Perkuat Kemandirian Pangan Daerah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260630 WA0025

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sektor pertanian dengan menghadirkan inovasi baru di bidang pangan.

Sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil panen sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah, Pemkab Bojonegoro resmi meluncurkan beras premium bermerek Rojo Nogo, Senin (29/6/2026).

Peluncuran yang digelar di Ballroom Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) Bojonegoro itu menjadi tonggak baru dalam pengembangan produk pangan lokal yang diinisiasi oleh Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri (BPM).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Direktur Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri Choirul Huda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai instansi.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa peluncuran beras Rojo Nogo merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan potensi Bojonegoro sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Jawa Timur.

Menurutnya, selama ini hasil pertanian Bojonegoro memiliki kualitas yang baik. Namun, melalui hadirnya merek lokal yang kuat, produk pertanian diharapkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mampu memperluas jangkauan pasar.

“Peluncuran Rojo Nogo menjadi bagian dari upaya memberikan nilai tambah pada hasil pertanian Bojonegoro. Harapannya, kesejahteraan petani ikut meningkat dan produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Setyo Wahono.

Bupati juga menegaskan bahwa keberadaan Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri bukan untuk menjadi pesaing para pelaku usaha yang sudah ada. Sebaliknya, BUMD tersebut diharapkan menjadi mitra strategis yang menghubungkan petani dengan jaringan pemasaran yang lebih luas.

Melalui kolaborasi bersama petani, kelompok tani, pengusaha penggilingan padi, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hasil pertanian Bojonegoro diharapkan mampu menembus berbagai daerah di Indonesia.

“BUMD Pangan hadir sebagai bagian dari ekosistem pangan daerah. Semangatnya adalah membangun kolaborasi, memperkuat rantai distribusi, dan membuka peluang pasar yang lebih besar bagi produk pertanian Bojonegoro,” jelasnya.

Direktur Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri, Choirul Huda, menjelaskan bahwa peluncuran merek Rojo Nogo merupakan langkah awal membangun identitas beras premium khas Bojonegoro.

Beras tersebut diproduksi dari gabah hasil panen petani lokal dengan menggunakan bibit padi berkualitas sehingga menghasilkan produk beras premium yang memiliki mutu tinggi dan siap bersaing di pasar regional maupun nasional.

Ia berharap kehadiran Rojo Nogo tidak hanya memperkenalkan kualitas beras Bojonegoro kepada masyarakat luas, tetapi juga mampu meningkatkan nilai jual hasil panen petani.

Perkuat Posisi Bojonegoro sebagai Lumbung Pangan
Melalui peluncuran beras Rojo Nogo, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ingin membangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, petani, kelompok tani, pelaku usaha penggilingan padi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan yang lebih sehat, meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus memperkokoh posisi Bojonegoro sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Dengan hadirnya merek beras premium Rojo Nogo, Bojonegoro tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil padi, tetapi juga sebagai daerah yang mampu menghadirkan produk pangan berkualitas dengan nilai tambah tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia. (er)