BOJONEGORO – Semangat memperkuat pembinaan umat kembali digaungkan melalui pelantikan dan pengukuhan Pengurus Persatuan Majelis Taklim (PERMATA) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Desa se-Kecamatan Kedungadem masa khidmat 2025–2030.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung PSHT, Dusun Ngrapah, Desa Mlidek, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (28/6/2026), menjadi titik awal penguatan peran majelis taklim dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
Mengangkat tema “Meneguhkan Komitmen, Menguatkan Majelis Taklim untuk Umat yang Sejahtera Lahir Batin”, pelantikan tersebut diharapkan mampu mempererat kolaborasi antarmajelis taklim sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Acara dihadiri Ketua BKMT Kabupaten Bojonegoro Hj. Mitroatin, S.Pd., M.M., Ketua BKMT Kecamatan Kedungadem Ika Nurul Hidayah, S.Pd., S.H., jajaran Forkopimcam Kedungadem, Kepala KUA, Kepala Desa Mlidek beserta perangkat desa, tokoh agama, organisasi keagamaan, hingga para pengurus yang baru dilantik.
Prosesi diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars BKMT, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan Surat Keputusan, pelantikan dan pengukuhan pengurus, serta sambutan dari sejumlah tokoh.
Dalam arahannya, Ketua BKMT Kabupaten Bojonegoro Hj. Mitroatin menegaskan bahwa amanah sebagai pengurus bukan sekadar sebuah jabatan, melainkan bentuk kepercayaan yang harus diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, kekuatan persatuan dan kebersamaan menjadi modal utama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.
“Persaudaraan dan persatuan adalah sesuatu yang indah. Mari bersama-sama mewujudkan Majelis Taklim Kecamatan Kedungadem yang semakin bermartabat, bermanfaat, serta mampu bersinergi dengan berbagai kegiatan Muslimat demi melayani masyarakat,” ujarnya.
Mitroatin juga mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya program, tetapi dari keikhlasan seluruh pengurus dalam menjalankan amanah.
Mengutip teori Abraham Maslow mengenai kebutuhan manusia akan penghargaan dan pengakuan, ia menyebut pelantikan merupakan bentuk kepercayaan yang harus dibalas dengan kerja nyata.
“Jabatan ini adalah amanah. Wujudkan kepercayaan itu melalui pengabdian yang tulus, kerja nyata, serta pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan persatuan dan semangat kebersamaan, insyaallah BKMT Kedungadem akan semakin maju dan membawa manfaat bagi banyak orang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BKMT Kecamatan Kedungadem Ika Nurul Hidayah mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PERMATA yang resmi mengemban amanah lima tahun ke depan.
Ia berharap para pengurus mampu bekerja secara ikhlas serta menjadikan BKMT sebagai wadah dakwah yang adaptif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Ika juga memperkenalkan visi BKMT Kedungadem yang dirumuskan dalam akronim ADEM, yaitu Adaptif, Dinamis, Efisien, Mandiri, dan Membanggakan.
Menurutnya, Kecamatan Kedungadem saat ini memiliki sekitar 425 majelis taklim. Sebanyak 393 majelis taklim telah mengantongi Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kementerian Agama, sedangkan 32 majelis taklim lainnya masih dalam proses atau belum mengajukan.
Dia menilai target penguatan organisasi tersebut hanya dapat tercapai melalui sinergi yang erat antara BKMT, pemerintah desa, Forkopimcam, serta seluruh elemen masyarakat.
Ketua Panitia Halimah Yahya, S.E., turut mengingatkan bahwa pelantikan hanyalah awal dari perjalanan pengabdian.
Dirinya menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh pengurus, yakni menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, menjaga kekompakan organisasi, serta terus menghadirkan inovasi dalam setiap program majelis taklim.
Selain itu, ia berharap setiap majelis taklim tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga mampu menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Melalui kepengurusan baru ini, PERMATA BKMT Desa se-Kecamatan Kedungadem diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pembinaan umat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera. (er)







