LAMONGAN – Cuaca ekstrem kembali menguji kesiapsiagaan aparat di Lamongan.
Sebuah pohon jati berukuran besar tumbang dan melintang di jalur vital Tanjung–Songowareng, Desa Munungrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Sabtu (7/3/2026) siang.
Akibatnya, arus lalu lintas di wilayah Lamongan tersebut sempat lumpuh total sebelum tim gabungan turun tangan.
Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Ngimbang, Lamongan, menjadi pemicu ambruknya pohon tersebut.
Beruntung, sistem mitigasi bencana berbasis warga berjalan efektif.
Laporan yang masuk cepat melalui grup koordinasi langsung direspon oleh personel piket Koramil Ngimbang, Kodim Lamongan.
Sinergi Taktis di Lapangan
Tak butuh waktu lama, Babinsa Koramil Ngimbang segera memimpin koordinasi di lokasi bersama jajaran Polsek dan tim Pemadam Kebakaran.
Dengan menggunakan gergaji mesin (chainsaw), petugas bahu-membahu bersama warga setempat memotong batang jati yang menutupi badan jalan.
“Kami langsung bergerak begitu menerima laporan. Prioritas utama adalah membuka akses jalan agar aktivitas masyarakat tidak terhambat terlalu lama,” ujar Sertu Zainur dari Koramil 0812/06 Ngimbang di lokasi kejadian.
Berkat aksi heroik dan kerja sama yang solid, kemacetan panjang berhasil diurai.
Meski sempat membuat pengendara was-was, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam insiden ini.
Jalur Tanjung–Songowareng kini sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dengan lancar.
Pihak TNI pun menghimbau agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, mengingat cuaca buruk masih berpotensi melanda wilayah Lamongan dalam beberapa hari ke depan.
“Kerja sama lintas sektor adalah kunci. Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah kesulitan warga,” pungkas Sertu Zainur. (fs)











