LAMONGAN – Upaya meningkatkan produktivitas tanaman tebu di Kabupaten Lamongan mulai digencarkan melalui Program Bongkar Ratoon Tahun 2026.
Di Desa Gampangsejati, Kecamatan Laren, program peremajaan tanaman tebu mendapat dukungan lintas sektor, termasuk TNI-Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dunia usaha, perbankan dan para petani.
Kegiatan yang berlangsung Sabtu (3/10/2026) tersebut ditandai dengan proses penanaman kembali tanaman tebu pada lahan persil Desa Gampangsejati.
Mewakili Danramil Laren, Peltu Suhadi Prayitno turut turun langsung mendampingi kegiatan di lapangan.
Kehadiran jajaran TNI tersebut menjadi bagian dari pendampingan terhadap petani sekaligus bentuk dukungan terhadap program pemerintah di sektor pertanian.
Menurut Peltu Suhadi, peremajaan tanaman melalui Bongkar Ratoon memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas lahan dan meningkatkan hasil panen.
“Kami dari jajaran TNI, khususnya Koramil Laren, senantiasa siap mendukung dan mendampingi para petani dalam setiap tahapan pembinaan pertanian. Program Bongkar Ratoon ini sangat penting untuk meremajakan tanaman tebu agar hasil panen lebih optimal, sehingga kesejahteraan petani Desa Gampangsejati semakin meningkat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, M.BA., M.E.K., bersama Wakil Bupati Dirham. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Andhy Kurniawan, S.T., M.M.T., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan Dr. Mugito, M.M., serta Zuanita Dwi K., S.P., dari bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari sektor usaha dan perbankan. Manager PT Kebun Tebu Mas dan Direktur Utama Bank Jatim turut hadir dalam kegiatan.
Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan membuka peluang kemitraan yang lebih luas sekaligus membantu memperkuat akses pembiayaan bagi petani tebu, khususnya di wilayah Kecamatan Laren.
Dari unsur Forkopimcam Laren, kegiatan turut diikuti Camat Laren Mulyono, Kapolsek Laren AKP Anang, dan Peltu Suhadi Prayitno.
Sementara pendampingan teknis pertanian diberikan Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Laren Hanif Nabawi.
Antusiasme petani juga terlihat dalam kegiatan tersebut. Ketua Poktan Gampangsejati Irfai, Ketua Poktan Sumber Mulyo bersama anggota, serta puluhan petani tebu Desa Gampangsejati ikut terlibat dalam proses peremajaan tanaman.
Program Bongkar Ratoon diharapkan tidak hanya mengganti tanaman tebu yang sudah menurun produktivitasnya, tetapi juga mengoptimalkan potensi lahan agar mampu menghasilkan panen yang lebih baik.
Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kekuatan utama dalam program ini.
Pemerintah daerah berperan melalui kebijakan dan dukungan program, penyuluh memberikan pendampingan teknis, dunia usaha membuka peluang kemitraan, perbankan mendukung pembiayaan, sedangkan TNI-Polri ikut mengawal pelaksanaan di lapangan.
Bagi petani, peremajaan tebu tersebut menjadi investasi untuk menghadapi musim panen berikutnya.
Dari lahan Desa Gampangsejati, bibit-bibit baru ditanam dengan harapan produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak.
Program Bongkar Ratoon 2026 pun diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat keberlanjutan produksi tebu sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat petani di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. (fs)








