Daerah

Ziarah Internasional di Gresik, Dari Jejak Sejarah hingga Peluang Kerja Sama

aksesadim01
7840
×

Ziarah Internasional di Gresik, Dari Jejak Sejarah hingga Peluang Kerja Sama

Sebarkan artikel ini
IMG 20260407 WA0005

GRESIK – Kabupaten Gresik kembali mencuri perhatian dunia internasional.

Pada Minggu (5/4/2026), rombongan penting dari Uzbekistan melakukan ziarah ke Makam Maulana Malik Ibrahim, Gresik, salah satu tokoh penyebar Islam di tanah Jawa.

Kunjungan ini didampingi langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, yang menyambut hangat rombongan sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan sejarah, spiritual, dan budaya antara Indonesia dan Uzbekistan.

Ziarah ini menjadi langkah strategis dalam membuka peluang kerja sama di berbagai bidang antara Gresik dan Uzbekistan, mulai dari wisata religi, pendidikan Islam, hingga sektor ekonomi.

Perwakilan hubungan internasional dari Imam Bukhari Center, Rofi Eka Shanty, mengungkapkan bahwa kunjungan ini memiliki makna historis mendalam.

Salah satunya adalah upaya menyambungkan kembali sanad atau garis keturunan tokoh-tokoh besar Islam.

Ia menjelaskan adanya keterkaitan antara Maulana Malik Ibrahim dengan Bahauddin Sogarji (Shaghir) yang dimakamkan di Samarkand, Uzbekistan.

Hubungan ini juga terhubung dengan tokoh penting lainnya seperti Sunan Ampel, Syekh Jumadil Kubro, hingga Ibrahim As-Samarqandi.

Menariknya, dalam kunjungan tersebut, rombongan Uzbekistan menyerahkan buku berisi silsilah tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Gresik.

Buku itu saat ini masih dalam bahasa Uzbek dan sedang dalam proses penerjemahan ke bahasa Inggris dan Indonesia.

Bupati Gresik menyampaikan harapannya agar kunjungan ini menjadi momentum besar untuk memperkenalkan Gresik sebagai salah satu pusat wisata religi dunia.

Selain itu, berbagai potensi lokal turut diperkenalkan kepada tamu internasional, mulai dari kuliner khas seperti nasi krawu, pudak, hingga minuman tradisional legen, yang menjadi daya tarik budaya tersendiri.

Tak hanya berbicara soal sejarah dan budaya, pertemuan ini juga membuka peluang kerja sama ekonomi antara Gresik dan Samarkand.

Gubernur Samarkand, Adiz Muzafarovich Boboyev, menunjukkan ketertarikannya terhadap sektor industri Gresik, khususnya pada pengolahan tembaga dan emas yang memiliki potensi ekspor besar.

Bahkan, ia secara langsung mengundang Bupati Gresik untuk berkunjung ke Samarkand, tidak hanya untuk ziarah, tetapi juga untuk menjajaki kerja sama yang lebih luas bersama pelaku usaha dan industri.

Kunjungan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov, serta pengelola Makam Rukhabad di Samarkand.

Tak ketinggalan, sejumlah agen perjalanan dari Uzbekistan turut hadir untuk menjajaki kerja sama dengan sektor pariwisata dan umrah di Indonesia.

Hal ini membuka peluang besar bagi arus kunjungan dua arah antara kedua negara.

Kunjungan ini menjadi menjadi simbol kuat keterhubungan sejarah Islam lintas negara sekaligus membuka jalan bagi kerja sama konkret di masa depan.

Dengan potensi besar di sektor religi, budaya, dan industri, Gresik kini semakin mantap melangkah sebagai daerah yang siap bersaing di kancah internasional. (fs)