Infotaiment

Try Sutrisno Wafat, Tokoh Militer dan Negarawan Senior Tutup Usia

aksesadim01
7841
×

Try Sutrisno Wafat, Tokoh Militer dan Negarawan Senior Tutup Usia

Sebarkan artikel ini
IMG 20260302 WA0022

JAKARTA – Indonesia kembali diselimuti kabar duka. Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, meninggal dunia pada Senin pagi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Almarhum berpulang dalam usia 90 tahun setelah menjalani perawatan akibat kondisi kesehatan yang menurun.

Kabar wafatnya tokoh senior ini langsung menyebar luas dan memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan.

Tokoh nasional, purnawirawan TNI, hingga masyarakat umum menyampaikan doa dan penghormatan atas dedikasi panjangnya untuk bangsa dan negara.

Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try Sutrisno tumbuh dalam lingkungan yang membentuk karakter disiplin dan jiwa pengabdian kuat.

Karier militernya menanjak secara bertahap melalui berbagai jabatan strategis, hingga akhirnya dipercaya memegang posisi penting dalam tubuh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Ketegasan dalam mengambil keputusan, loyalitas terhadap negara, serta komitmen menjaga persatuan menjadi ciri khas kepemimpinannya.

Rekam jejaknya di dunia militer menjadikannya salah satu figur berpengaruh pada masanya.
Mendampingi Soeharto di Masa Penuh Dinamika
Puncak perjalanan politiknya terjadi ketika ia dipercaya mendampingi Soeharto sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998.

Masa tersebut dikenal sebagai periode yang sarat tantangan politik dan ekonomi nasional.

Di tengah situasi yang kompleks, Try Sutrisno dikenal sebagai sosok yang tenang dan bersahaja.

Ia konsisten menjaga stabilitas nasional serta berupaya mempertahankan soliditas pemerintahan dalam berbagai dinamika yang terjadi.

Kepergian Try Sutrisno bukan hanya kehilangan seorang mantan pejabat negara. Ia adalah bagian dari saksi sejarah perjalanan panjang Indonesia, terutama dalam fase transisi menuju era reformasi.

Warisan pengabdian dan kiprahnya di bidang militer maupun pemerintahan kini menjadi bagian dari mozaik sejarah bangsa.

Namanya tercatat sebagai figur yang memainkan peran penting dalam dinamika kepemimpinan nasional pada dekade 1990-an.

Kini, bangsa Indonesia menundukkan kepala, mendoakan, serta mengenang jasa-jasa almarhum. Semoga ia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan.

Indonesia berduka, namun jejak pengabdiannya akan tetap hidup dalam catatan sejarah negeri ini. (er)