BOJONEGORO – Upaya memperkuat ekonomi desa terus digenjot. Sebanyak 57 desa di Kabupaten Bojonegoro kini resmi menerima kendaraan operasional untuk mendukung aktivitas Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Armada yang disalurkan berupa truk Mitsubishi Canter FE 74 HDS dan pikap 4×4 Scorpio dari PT Agrinas Pangan Nusantara.
Kendaraan ini diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat desa di Bojonegoro.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, di halaman Makodim 0813 Bojonegoro, Senin (30/3/2026), disaksikan jajaran Forkopimda, Ketua DPRD, para Danramil, Babinsa, hingga kepala desa dan pengurus koperasi.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan, kehadiran armada operasional ini diharapkan mampu mempercepat perputaran ekonomi desa.
Selain itu, biaya distribusi yang selama ini menjadi kendala juga bisa ditekan secara signifikan.
“Ini bukan sekedar bantuan kendaraan, tapi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan potensi ekonomi desa,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menjelaskan bahwa kendaraan berwarna putih dengan identitas Koperasi Merah Putih tersebut merupakan tahap awal dari total 764 unit armada yang akan disalurkan secara bertahap.
“Distribusi ini diprioritaskan bagi desa yang telah memenuhi syarat dalam program Koperasi Merah Putih. Harapannya, kendaraan ini benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, dari total 382 titik pembangunan koperasi di 28 kecamatan, sebanyak 57 desa telah rampung 100 persen.
Hal ini menjadi sinyal positif bahwa program KDKMP mulai menunjukkan progres nyata.
Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan gagasan Presiden RI Prabowo Subianto yang menjadikan Bojonegoro sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam penguatan ekonomi dan ketahanan pangan berbasis desa.
Melalui sinergi antara TNI dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian desa sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian.
“Dengan adanya armada ini, distribusi hasil panen akan lebih cepat dan efisien. Dampaknya tentu pada peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat desa,” tambah Dandim.
Di sisi lain, dukungan tersebut disambut antusias oleh para pelaku koperasi. Ketua KDKMP Desa Pesen, Khosip Ikhsan, mengaku keberadaan kendaraan operasional sangat membantu aktivitas distribusi hasil pertanian warga.
“Kami sangat terbantu. Semoga program ini bisa membuka lapangan kerja baru dan menjadikan desa semakin mandiri serta kuat di sektor pangan,” ujarnya.
Dengan mulai bergulirnya armada Koperasi Merah Putih ini, harapan besar pun muncul, desa tidak lagi sekedar menjadi produsen, tetapi juga mampu mengelola distribusi dan meningkatkan nilai ekonomi secara mandiri. (er)







