BOJONEGORO — Kunjungan peserta Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary and Secondary Schools (ASMOPSS) 2025 tak hanya membawa keseruan wisata edukasi di Geopark Wonocolo, tetapi juga menghadirkan berkah bagi para pelaku UMKM.
Salah satunya dirasakan oleh Ratna Malini, pemilik pusat oleh-oleh Moro Trisno di Kecamatan Padangan, yang mengaku sangat senang tokonya kedatangan pembeli mancanegara.
Ratna menyebut, jarang sekali turis luar negeri mampir ke tokonya. Karena itu, kehadiran delegasi dari enam negara menjadi pengalaman langka sekaligus membahagiakan.
Apalagi, para peserta ASMOPSS tampak antusias memborong aneka jajanan khas Bojonegoro.
Menurut Ratna, produk yang paling banyak dibeli adalah ledre, camilan legendaris Bojonegoro yang terkenal renyah dan aromanya khas.
Ledre dengan berbagai varian rasa pisang, coklat, keju, susu, hingga stroberi ludes diborong. Namun yang paling diminati tetap ledre rasa original pisang.
“Kalau ledre tadi yang paling laris yang rasa original pisang,” jelasnya, Jumat (14/11/2025).
Tak hanya ledre, keripik sukun asli produksi Bojonegoro juga menjadi incaran para peserta. Dalam kunjungan singkat tersebut, tercatat sekitar 600 boks ledre dan berbagai jenis oleh-oleh lokal lainnya habis terjual.
Ratna menambahkan bahwa seluruh produk yang diborong para peserta ASMOPSS adalah hasil olahan UMKM lokal Bojonegoro, sehingga dampaknya benar-benar dirasakan para pelaku usaha.
Ia berharap agar kegiatan seperti ini bisa rutin digelar, karena mampu memperluas promosi produk lokal sekaligus meningkatkan omzet pelaku UMKM.
“Semoga sering diadakan acara seperti ini sehingga bisa menarik pembeli baik dari dalam maupun luar negeri, dan membantu UMKM Bojonegoro semakin maju,” pungkasnya. (Er)







