Infotaiment

Solusi Tekan Angka Merantau: Musrenbang Pemuda Bojonegoro 2026 Fokus ke Wirausaha dan Digitalisasi Desa

aksesadim01
8796
×

Solusi Tekan Angka Merantau: Musrenbang Pemuda Bojonegoro 2026 Fokus ke Wirausaha dan Digitalisasi Desa

Sebarkan artikel ini
IMG 20260306 WA0011

BOJONEGORO – Angin segar berhembus bagi generasi muda di “Bumi Angling Dharma”. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) resmi menggelar Musrenbang Tematik Kepemudaan 2026, Kamis (5/3/2026).

Mengusung tema besar “Gagasan Pemuda Harapan Baru Bagi Bojonegoro”, ajang ini bukan sekedar seremoni.

Ini adalah panggung bagi 198 perwakilan organisasi pemuda, mahasiswa, hingga OSIS se-Kabupaten Bojonegoro untuk menyuntikkan ide-ide segar ke dalam kebijakan pemerintah.

Hadir langsung di lokasi, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa pemuda adalah aset strategis yang harus menjadi agent of change (penggerak perubahan).

Namun, ia mengingatkan bahwa pintar dan berprestasi saja tidak cukup di era kompetisi global.

“Pemuda harus punya daya saing dan karakter. Tapi ingat, integritas dan moralitas adalah fondasi utamanya. Musrenbang ini adalah ruang terbuka bagi kalian untuk menyampaikan aspirasi pembangunan,” tegas Bupati.

Bupati berkomitmen bahwa setiap gagasan konstruktif dari pemuda tidak akan berakhir di laci meja, melainkan akan diakomodasi menjadi kebijakan konkret yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan pemuda di Bojonegoro.

Sementara, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menjelaskan bahwa ini adalah tahun kedua penyelenggaraan Musrenbang Tematik.

Tujuannya menyusun skala prioritas yang benar-benar relevan dengan kebutuhan anak muda zaman sekarang.

“Kami mengajak seluruh elemen pemuda membangun semangat kolaboratif untuk menyatukan kekuatan kolektif, sehingga komunitas pemuda dapat bersinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan Bojonegoro,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro, Maftukhan, menyoroti isu krusial mengenai terbatasnya lapangan kerja formal yang sering membuat pemuda Bojonegoro memilih merantau.

Ia menantang para pemuda untuk melirik potensi lokal seperti sektor pertanian (padi, jagung, tembakau) dan UMKM.

“Di sinilah peran anak muda dibutuhkan. Gunakan kemampuan digital untuk membantu pemasaran produk petani atau mempromosikan wisata desa lewat konten kreatif. Kita butuh sentuhan inovasi kalian,” ujar Maftukhan.

Ke depan, Pemkab Bojonegoro berencana memperkuat kolaborasi antar OPD, seperti Dinpora dan Dinas Perinaker, untuk memberikan pelatihan kewirausahaan serta sertifikasi profesi.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi, sehingga pemuda Bojonegoro bisa menjadi bos di tanah kelahirannya sendiri.

Dengan semangat kolaboratif ini, Musrenbang Tematik 2026 diharapkan melahirkan output nyata yang mampu membawa Bojonegoro melompat lebih jauh menuju kemajuan yang inklusif. (er)