BOJONEGORO – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar Pengamanan Internal Terate (Pamter) SH Terate Bojonegoro, Rabu (18/3/2026).
Puluhan anggota dari berbagai wilayah Bojonegoro hadir, menjadikan momen ini lebih dari sekedar berbuka, melainkan ajang mempererat persaudaraan dan memperkuat soliditas organisasi.
Sejak sore, para anggota Pamter SH Terate Bojonegoro mulai berdatangan. Mereka saling menyapa, berjabat tangan, dan berbincang santai.
Keakraban yang terjalin mencerminkan kuatnya ikatan antar anggota, meski sehari-hari disibukkan dengan tugas pengamanan internal.
Namun di balik suasana santai tersebut, tersimpan agenda penting.
Kegiatan ini memang dirancang sebagai ruang komunikasi sekaligus konsolidasi.
Para anggota memanfaatkan momen ini untuk berbagi pengalaman di lapangan, sekaligus membahas berbagai tantangan yang dihadapi.
Diskusi berjalan dinamis, mulai dari pola pengamanan, koordinasi lintas wilayah, hingga upaya menjaga ketertiban internal di tengah dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang.
Tak hanya itu, forum ini juga menjadi sarana evaluasi program kerja.
Berbagai masukan dan catatan disampaikan secara terbuka, sebagai bahan menyusun strategi ke depan agar organisasi semakin solid dan profesional.
Ketua Pamter Bojonegoro, Kangmas Lugito, menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi kekuatan organisasi.
“Ini bukan sekadar buka puasa bersama, tapi momentum untuk menyatukan visi dan memperkuat kebersamaan dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kekompakan merupakan kunci utama dalam menjalankan tugas di lapangan.
Tanpa soliditas yang kuat, koordinasi akan sulit berjalan maksimal.
“Pamter harus tetap satu komando. Kekompakan dan kebersamaan harus terus dijaga,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada internal, kegiatan ini juga diwarnai aksi sosial.
Bendahara Pamter Bojonegoro, Mas F. Rarrozi, menyampaikan bahwa kegiatan bukber dirangkai dengan pembagian takjil serta santunan kepada anak yatim.
Takjil dibagikan ke sejumlah masjid di sekitar lokasi, sementara santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Kami ingin keberadaan Pamter Bojonegoro tidak hanya dirasakan di dalam organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Aksi tersebut menunjukkan bahwa Pamter Bojonegoro tidak hanya identik dengan ketegasan dalam pengamanan, tetapi juga memiliki sisi humanis yang kuat.
Hal ini juga ditegaskan kembali oleh Kangmas Lugito. Menurutnya, anggota Pamter Bojonegoro harus mampu menyeimbangkan ketegasan dan empati.
“Kita memang dituntut disiplin dan tegas, tapi tetap harus punya kepedulian. Pamter itu tegas, tapi hatinya tetap lembut,” tuturnya.
Saat waktu berbuka tiba, suasana semakin khidmat. Doa bersama dipanjatkan, dilanjutkan dengan kebersamaan menikmati hidangan sederhana yang justru mempererat rasa kekeluargaan.
Momen ini bukan sekedar mengakhiri puasa, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk terus menjaga soliditas dan meningkatkan profesionalitas.
Melalui kegiatan ini, Pamter SH Terate Bojonegoro diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan ke depan, baik dalam menjaga ketertiban internal organisasi maupun berkontribusi positif di tengah masyarakat. (er)







