TNI/POLRI

Situasi Mencekam, TNI Terjun ke Zona Bahaya Semeru

aksesadim01
1887
×

Situasi Mencekam, TNI Terjun ke Zona Bahaya Semeru

Sebarkan artikel ini
IMG 20251123 WA0010

LUMAJANG — Erupsi Gunung Semeru kembali memaksa aparat bergerak cepat. Di tengah sisa awan panas dan ancaman banjir lahar dingin, prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad terjun langsung ke titik rawan untuk memastikan keselamatan warga, Sabtu (22/11/2025).

 

Misi ini dilakukan atas instruksi Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, yang memerintahkan Tim Aju Setiap Saat Siap Bergerak (S3B) untuk melakukan langkah cepat sejak zona dinyatakan siaga.

 

Dengan kendaraan taktis dan perlengkapan lapangan, pasukan menyisir Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, wilayah paling terdampak erupsi. Bukan sekedar patroli rutin, tetapi misi kemanusiaan dengan risiko tinggi.

 

“TNI hadir untuk rakyat, terutama dalam situasi darurat seperti ini. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegas salah satu anggota tim di lokasi.

 

Dari asesmen yang dilakukan sejak pagi hingga malam hari, diperoleh data sementara.

 

Korban luka: 3 warga mengalami luka bakar akibat terpapar awan panas. Saat ini mereka menjalani perawatan intensif di RSUD Lumajang dan Pasuruan.

 

Pengungsi: 477 warga masih bertahan di dua titik pengungsian di Pronojiwo. Kondisi di wilayah Candipuro mulai normal.

 

Kerusakan Infrastruktur: 22 rumah, 1 sekolah, dan 1 gardu PLN mengalami kerusakan berat. Lahan pertanian dan peternakan warga turut terdampak.

 

Situasi Terkini: Aktivitas sosial sudah mulai pulih, namun curah hujan tinggi masih berpotensi memicu banjir lahar dingin.

 

Di lokasi terdampak, Kostrad telah, mendirikan tenda peleton dan dapur lapangan, membantu evakuasi warga dan barang berharga, memperkuat jalur pengamanan zona rawan, menyiapkan Poskom di depan Balai Desa Supiturang serta pos siaga di Dusun Gemuk Mas dan Sumber Sari.

 

Langkah ini menjadi bukti kesiapan prajurit TNI dalam menghadapi kondisi ekstrem demi keselamatan rakyat.

 

Di tengah abu vulkanik, kabut tebal, dan suasana yang belum sepenuhnya aman, kehadiran prajurit Kostrad memberi harapan bagi warga terdampak.

 

“Di medan berbahaya, prajurit tidak hanya menjaga, tapi mengayomi. Pengabdian TNI adalah untuk rakyat demi keselamatan dan kedaulatan Bangsa,” tutup rilis resmi. (er)