Daerah

Sidak Pasar Pahing, Wali Kota Kediri Tegaskan Harga Pangan Harus Stabil

aksesadim01
8741
×

Sidak Pasar Pahing, Wali Kota Kediri Tegaskan Harga Pangan Harus Stabil

Sebarkan artikel ini
IMG 20260210 WA0034

KEDIRI – Menjelang perayaan Imlek dan masuknya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turun langsung ke Pasar Pahing, Selasa (10/2/2026).

Kunjungan kerja ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga sekaligus ketersediaan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat Kota Kediri.

Dalam peninjauan tersebut, Vinanda menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri berkomitmen menjaga pasokan tetap aman dan harga tidak membebani warga, terutama di momen meningkatnya kebutuhan konsumsi.

“Kami ingin memastikan stok bahan pokok aman menjelang Imlek dan Ramadhan. Selain itu, harga harus tetap terjangkau. Kalau pun ada kenaikan, jangan sampai memberatkan masyarakat,” ujar Vinanda.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas, khususnya bawang dan cabai.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai yang tembus hingga Rp90.000 per kilogram.

Menurut Vinanda, lonjakan harga tersebut dipicu faktor cuaca, terutama gagal panen akibat musim hujan, sebagaimana disampaikan oleh pedagang dan distributor.

Meski demikian, Pemkot Kediri tidak tinggal diam dan telah menyiapkan langkah pengendalian.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah pemantauan harga secara rutin dan intensif, disertai penguatan koordinasi dengan produsen, distributor, hingga pelaku pasar.

“Tidak menutup kemungkinan kami akan menggelar Operasi Pasar Murah. Tujuannya agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan masyarakat tidak dirugikan akibat lonjakan harga yang signifikan,” jelasnya.

Dalam OPM, Pemkot Kediri akan menyediakan berbagai komoditas pokok dengan harga terjangkau sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain harga, Wali Kota Kediri juga melakukan pengecekan langsung terhadap volume minyak goreng kemasan.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan satu merek minyak goreng yang isinya kurang sekitar 20 mililiter dari takaran standar.

“Tadi kami cek empat merek minyak goreng dari produsen berbeda. Tiga sesuai takaran, satu kurang 20 mililiter. Jika ditemukan kecurangan, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” tegas Vinanda.

Pemantauan lanjutan akan dilakukan di lokasi penjualan lain.

Apabila ditemukan pelanggaran serupa, pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas terhadap produsen maupun distributor.

Di akhir kunjungan, Vinanda menghimbau masyarakat Kota Kediri agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Ia memastikan pemerintah daerah terus menjaga distribusi dan ketersediaan bahan pokok agar tetap aman.

“Belanja secukupnya sesuai kebutuhan. Pemerintah akan terus berupaya menjaga pasokan dan stabilitas harga,” pesannya.

Kunjungan kerja tersebut turut didampingi Kepala Disperdagin Kota Kediri Moh. Ridwan, Direktur Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi, Kepala Perum Bulog Cabang Kediri Harisun, serta jajaran terkait lainnya. (wh)