Peristiwa

Ratusan Siswa Dirawat, Ini Pengakuan Kepala SPPG Soal Keracunan SMAN 2 Kudus

aksesadim01
8799
×

Ratusan Siswa Dirawat, Ini Pengakuan Kepala SPPG Soal Keracunan SMAN 2 Kudus

Sebarkan artikel ini
IMG 20260201 WA0008

KUDUS – Jagat media sosial dihebohkan oleh kabar dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah.

Peristiwa ini mencuat setelah beredar video dan foto puluhan ambulance yang dilaporkan hilir mudik di lingkungan sekolah untuk mengevakuasi siswa yang mengalami gangguan kesehatan.

Kasus ini diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi para siswa dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG Purwosari.

Unggahan viral tersebut salah satunya dibagikan akun Instagram @undercover.id pada Jumat, 30 Januari 2026.

Dalam unggahan itu terlihat deretan ambulans keluar masuk area sekolah.

Narasi yang menyertai menyebutkan bahwa para siswa diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap menu MBG.

“Pasukan mobil ambulance dikerahkan untuk mengangkut puluhan pelajar di SMAN 2 Kudus yang diduga mengalami keracunan massal akibat mengonsumsi menu MBG,” tulis akun tersebut.

Informasi resmi kemudian disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo.

Ia mengungkapkan bahwa hingga Jumat, 30 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, pihak SMAN 2 Kudus mencatat jumlah total yang terdampak mencapai 521 siswa dan 24 guru.

“Hasil pendataan sementara kami, jumlah siswa yang dirawat sebanyak 521 murid dan 24 guru, tersebar di tujuh rumah sakit,” kata Mustiko kepada awak media.

Adapun tujuh rumah sakit yang menangani para siswa tersebut meliputi RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu Kudus, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah.

Pihak Dinkes Kudus memastikan pemantauan kondisi para siswa terus dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Menanggapi insiden tersebut, Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, akhirnya memberikan pernyataan resmi.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, siswa, orang tua, serta masyarakat luas atas dugaan keracunan yang terjadi usai konsumsi menu MBG.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Kami siap bertanggung jawab penuh, termasuk mengganti biaya pengobatan siswa yang terdampak,” ujar Umam kepada awak media, Jumat (30/1/2026).

Umam menegaskan, pihaknya tidak akan lepas tangan dan berkomitmen menyelesaikan persoalan ini secara bertanggung jawab.

“Kami meminta masyarakat bersabar dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Kami juga akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Umam menjelaskan bahwa laporan awal diterimanya berasal dari pihak sekolah yang menyebutkan adanya sejumlah siswa mengalami diare setelah makan siang.

“Saya ditelepon oleh PIC MBG di SMAN 2 Kudus yang menyampaikan ada siswa yang diare. Ada yang harus ke UGD, ada juga yang tidak masuk sekolah,” tuturnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Umam bersama tim langsung mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi dan pengecekan di lapangan.

Terkait menu MBG yang dikonsumsi para siswa saat itu, Umam menyebutkan makanan yang disajikan meliputi ayam suwir, kuah soto ayam, tempe, dan tauge.

“Kami langsung melakukan klarifikasi terkait menu MBG tersebut. Pada kesempatan itu, saya juga menyampaikan permohonan maaf dan kesiapan kami untuk bertanggung jawab,” jelasnya.

Dia juga menyatakan pihak SPPG siap membantu pengadaan obat bagi siswa yang mengalami gejala ringan, serta menanggung biaya perawatan bagi siswa yang harus dirawat di IGD maupun rumah sakit.

Tidak hanya itu, pihak SPPG juga menggelar audiensi dengan manajemen sekolah, guru, perwakilan kelas, dan beberapa siswa.

Audiensi berlangsung sekitar 30 menit untuk merespon kekhawatiran yang muncul.

Namun setelah audiensi selesai, jumlah siswa yang mengeluh sakit perut justru terus bertambah.

“Awalnya hanya beberapa siswa yang datang ke UKS, tetapi kemudian semakin banyak yang mengeluh sakit,” ungkap Umam.

Situasi tersebut membuat pihak puskesmas turun langsung ke sekolah, disusul kedatangan ambulans untuk melakukan evakuasi ke fasilitas kesehatan.

Terkait penyebab pasti dugaan keracunan massal ini, Umam menegaskan pihaknya belum dapat menarik kesimpulan. Seluruh sampel makanan MBG telah dikirim untuk diuji di laboratorium.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Jadi untuk penyebab pastinya belum bisa kami simpulkan,” pungkasnya.

Hingga kini, kasus dugaan keracunan massal di SMAN 2 Kudus masih dalam penanganan dan menjadi perhatian serius berbagai pihak. (Red)