BOJONEGORO – Upaya meningkatkan kesejahteraan penarik becak sekaligus mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan mulai diwujudkan di Kabupaten Bojonegoro.
Sebanyak 200 penarik becak dari 28 kecamatan mendapatkan program bantuan becak listrik yang merupakan bantuan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Program tersebut diawali dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan becak listrik yang digelar di Taman Evakuasi Bahagia (Ebaga), Kecamatan Trucuk, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro H. Abdulloh Umar, S.Pd., Wakil Ketua DPRD Sahudi, S.E., serta sejumlah anggota DPRD Bojonegoro.
Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar menyampaikan apresiasi terhadap program bantuan becak listrik yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat kecil, khususnya para penarik becak yang selama ini menggantungkan hidup dari pekerjaan tersebut.
Menurutnya, sebagian besar penarik becak sudah berusia lanjut, namun tetap bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Ia menilai keberadaan becak listrik dapat membantu meringankan beban fisik para pengemudi sekaligus memberikan peluang peningkatan penghasilan karena kendaraan tersebut lebih efisien dan nyaman digunakan.
“DPRD Kabupaten Bojonegoro menyambut baik program ini karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para penarik becak. Dengan teknologi listrik yang lebih ringan digunakan, diharapkan para pengemudi becak dapat bekerja lebih aman, nyaman, dan tetap produktif,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sahudi. Ia menilai program tersebut merupakan bentuk kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil.
Menurutnya, bantuan becak listrik diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan para penarik becak sekaligus mendukung penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, para penarik becak tidak hanya menerima sosialisasi program, tetapi juga mendapatkan pelatihan teknis mengenai cara mengoperasikan becak listrik.
Hal ini penting karena sistem pengoperasian kendaraan listrik berbeda dengan becak kayuh konvensional yang selama ini mereka gunakan.
Selain pelatihan, para peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebelum nantinya menerima bantuan becak listrik secara resmi.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang turut hadir menjelaskan bahwa bantuan becak listrik tersebut merupakan bantuan pribadi dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kepedulian terhadap para penarik becak yang masih bekerja di usia lanjut.
Koordinator Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Jawa Timur, Dimas Ramdana, menjelaskan bahwa becak listrik tersebut memiliki kecepatan maksimal sekitar 20 kilometer per jam dan mampu menempuh jarak hingga 50 kilometer dalam sekali pengisian daya, tergantung pada beban serta kondisi jalan.
Setelah mengikuti pelatihan, para penarik becak dijadwalkan mengikuti konvoi menuju Pendopo Kabupaten Bojonegoro sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sebelum agenda serah terima bantuan becak listrik oleh Wakil Ketua Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
DPRD Kabupaten Bojonegoro berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi langkah awal menuju sistem transportasi perkotaan yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. (er)







