Opini

Pemuda Nyanyikan Sumpah Pemuda di Halaman Gedung Putih Bojonegoro

aksesadim01
6066
×

Pemuda Nyanyikan Sumpah Pemuda di Halaman Gedung Putih Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
54091d30 5980 4fa3 8f4a 8c91150914b9

BOJONEGORO – Suasana halaman Gedung Putih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Selasa (28/10/2025), mendadak riuh penuh semangat.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun ini berlangsung begitu meriah, diwarnai kolaborasi lintas generasi muda Bojonegoro yang kreatif dan inspiratif.

Mengawali upacara, Bojonegoro Youth Choir tampil memukau. Sebanyak 97 siswa dan mahasiswa membawakan lagu-lagu perjuangan dengan penuh penghayatan.

Mereka merupakan gabungan dari SMAN 1 Bojonegoro, SMAN 2 Taruna Pamong Praja, MAN 1 Bojonegoro, SMAN Model Terpadu, serta Universitas Sunan Giri (UNUGIRI).

Yang membuat penampilan ini semakin istimewa, hadir pula juru bahasa isyarat di tengah paduan suara. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata inklusivitas dan kesetaraan, menegaskan bahwa semangat kebangsaan adalah milik semua warga tanpa terkecuali.

Saat pembacaan teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928, suasana makin hidup. Beberapa petugas menampilkan rekonstruksi adegan Kongres Pemuda menggambarkan semangat persatuan dari berbagai suku dan budaya Nusantara.

Mereka tampil dengan busana adat dari berbagai daerah, membawa penonton seolah kembali ke masa ketika para pemuda 1928 bersumpah atas nama persatuan Indonesia.

Dalam momentum bersejarah itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga menyerahkan penghargaan kepada 17 Pemuda Pelopor tahun 2025.

Para penerima berasal dari lima bidang unggulan, yakni, Pangan, Pendidikan, Seni dan Budaya, Sumber Daya Alam, serta Lingkungan dan Pariwisata.

Mereka dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam membangun daerah melalui karya dan dedikasi di bidang masing-masing.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang bertindak sebagai inspektur upacara, turut membacakan pidato resmi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir.

Dalam pidatonya, Erick mengobarkan semangat juang dan nasionalisme para pemuda di tengah tantangan zaman modern.

“Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama: Indonesia harus berdiri tegak, Indonesia tidak boleh kalah,” tegas Erick.

Menpora juga menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa.

“Jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal. Kalian bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya,” ucapnya penuh semangat.

Pidato tersebut disambut tepuk tangan meriah peserta upacara, terutama para pelajar dan mahasiswa yang hadir.

Upacara Sumpah Pemuda ke-97 di Bojonegoro bukan sekadar seremonial, tetapi momentum refleksi dan kebangkitan.

Bojonegoro menunjukkan bahwa jiwa muda, persatuan, dan keberagaman tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah dan bangsa.

Dengan iringan lagu Indonesia Raya dan pekik “Salam Pemuda”, upacara pun berakhir penuh haru dan kebanggaan. (yen)