BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pembangunan fasilitas sanitasi layak bagi warga prasejahtera.
Salah satu penerima manfaat adalah Nyarito, warga Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro.
Kini ia bersama keluarganya dapat menikmati kamar mandi sehat yang dibangun melalui program bantuan stimulan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Sebelumnya, hunian Nyarito belum memiliki fasilitas sanitasi sesuai standar kesehatan.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas hidup dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) keluarga.
Dibangun Sejak September 2025, Rampung Desember
Pembangunan fasilitas sanitasi tersebut dimulai pada September 2025 dan selesai pada awal Desember 2025.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan setiap rumah di Bojonegoro memiliki akses sanitasi yang aman dan layak.
“Alhamdulillah, awal Desember lalu kamar mandi ini sudah bisa kami tempati. Lengkap dengan gayung, bak, kran air, dan pipa paralon,” ujar Nyarito saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendorong penerapan PHBS secara maksimal, sekaligus mengurangi risiko penyakit akibat sanitasi yang tidak memadai.
Pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga sekitar.
Selain memperkuat solidaritas sosial, proses pengerjaan juga berada di bawah pengawasan pendamping program desa untuk memastikan kualitas bangunan tepat sasaran dan tahan lama.
Pemkab Bojonegoro menegaskan bahwa program sanitasi merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam sektor kesehatan lingkungan.
Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Bojonegoro, sepanjang 2025 telah dibangun 838 unit sanitasi baru.
Data pembangunan menunjukkan tren peningkatan signifikan yaitu, tahun 2023 1.523 unit, tahun 2024 2.956 unit, tahun 2025 838 unit.
Pemkab Bojonegoro menargetkan pembangunan 876 unit sanitasi baru pada 2026 sebagai bagian dari komitmen mewujudkan sanitasi inklusif.
Artinya, seluruh warga tanpa terkecuali berhak mendapatkan akses fasilitas sanitasi yang aman, sehat dan layak.
Langkah ini diharapkan mampu menekan angka penyakit berbasis lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga tingkat desa.
Program sanitasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara langsung. (er)







