BOJONEGORO – Fenomena alam yang memukau terjadi pada Senin pagi, 2 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.
Sebuah pelangi tampak jelas membentang indah di langit bagian barat, tepatnya di wilayah Dusun Were dan Dusun Banteran, Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
Kemunculan pelangi tersebut terlihat sangat terang dan memikat, sehingga menarik perhatian warga di sejumlah desa sekitar.
Bahkan, warga dari Dusun Balongsono, Desa Bayemgede, turut menyaksikan langsung keindahan fenomena langka tersebut.
Salah satu saksi mata, Mat Santo, Ketua RW Dusun Balongsono, mengaku tak menyangka bisa melihat pelangi sedekat dan sejernih itu.
Bersama beberapa rekannya, ia sempat mengabadikan momen tersebut dalam bentuk foto dan video yang kemudian menjadi perbincangan hangat di lingkungan warga.
“Jarang lho yo awak dewe delok pelangi cedak nginiki (jarang kita bisa lihat pelangi sedekat ini),” ungkap Mat Santo dengan nada kagum.
Ia menambahkan, kemunculan pelangi kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan hari menjelang peringatan malam Nisfu Syakban, yang oleh umat Muslim diyakini sebagai malam penuh ampunan dan keberkahan.
Menurutnya, melihat pelangi secara umum kerap dimaknai sebagai pertanda baik.
Pelangi dianggap melambangkan harapan, kebahagiaan, kedamaian, dan keberuntungan, sekaligus menjadi simbol bahwa masa sulit akan berlalu dan digantikan dengan hari-hari yang lebih baik.
Dalam perspektif budaya dan spiritualitas, pelangi juga dimaknai sebagai simbol cinta, keajaiban, transformasi, serta jembatan antara kehidupan duniawi dan ilahi, sekaligus pengingat atas kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
Tak hanya itu, warga setempat juga mengaitkan kemunculan pelangi dengan kondisi wilayah pertanian di sekitar Baureno.
Mengingat sekitar satu bulan ke depan daerah tersebut akan memasuki musim panen padi, warga berharap fenomena alam ini menjadi isyarat baik agar panen berjalan lancar dan hasilnya melimpah tanpa kendala cuaca maupun hama.
Fenomena pelangi pagi itu pun meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat, menjadi momen langka yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan optimisme akan hari-hari ke depan. (er)







