LAMONGAN – Komitmen TNI AD dalam mengawal penguatan ekonomi desa kembali ditegaskan.
Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Korem 082/CPYJ turun langsung ke wilayah teritorial Kodim 0812/Lamongan, tepatnya di Kecamatan Tikung, Jumat (13/2/2026), untuk meninjau progres pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kunjungan yang dipimpin Kasiter Korem 082/CPYJ Letkol Arm Drs. Sapei ini menjadi bukti keseriusan TNI dalam memastikan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan berjalan sesuai rencana dan memberi dampak nyata bagi masyarakat desa.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kasdim 0812/Lamongan Mayor Arh Moh. Ngateno bersama jajaran staf teritorial.
Rombongan Wasev menyusuri langsung tiga titik pembangunan KDKMP di Desa Jatirejo, Bakalanpule, dan Takeran Klanting.
Setiap lokasi ditinjau secara detail, mulai dari progres fisik bangunan hingga kesiapan manajemen koperasi yang akan mengelolanya.
Menurut Letkol Sapei, keberadaan KDKMP tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga sebagai fondasi penguatan ekonomi warga.
Karena itu, seluruh tahapan pembangunan harus terukur, tertata, dan tepat sasaran.
“Koperasi ini diharapkan benar-benar menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat. Pengawasan diperlukan agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.
Selain melakukan evaluasi, tim Wasev juga memberikan arahan teknis kepada pengurus koperasi dan perangkat desa.
Fokusnya mencakup tata kelola yang transparan, profesional, serta kesiapan operasional agar koperasi dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan.
Sementara itu, Mayor Arh Moh. Ngateno menegaskan bahwa pendampingan yang dilakukan TNI merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Ia menilai pembangunan KDKMP adalah investasi sosial jangka panjang demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami ingin koperasi ini benar-benar siap beroperasi dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ujarnya.
Dengan pengawasan intensif serta sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat, KDKMP di Kecamatan Tikung diharapkan segera beroperasi penuh.
Kehadirannya diyakini mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan menjadi harapan segar bagi kemajuan desa-desa di Lamongan. (fs)







