Peristiwa

Mendadak Mencekam, Angin Puting Beliung Sapu Turi Lamongan, Listrik Terganggu

aksesadim01
8731
×

Mendadak Mencekam, Angin Puting Beliung Sapu Turi Lamongan, Listrik Terganggu

Sebarkan artikel ini
IMG 20260413 WA0010

LAMONGAN – Cuaca ekstrem kembali menerjang wilayah Kabupaten Lamongan.

Angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba disertai hujan deras menghantam wilayah Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, pada Sabtu sore (11/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Turi, Desa Turi, Lamongan dan langsung menimbulkan kepanikan warga.

Dalam waktu singkat, kondisi yang semula hanya mendung berubah menjadi bencana angin kencang yang berputar cepat dan menyapu kawasan permukiman serta jalur utama antar desa.

Warga yang berada di sekitar lokasi mengaku tidak sempat bersiap.

Suasana mendadak mencekam saat angin kencang disertai suara gemuruh menghantam area tersebut.

Salah satu dampak paling terlihat adalah robohnya tiang listrik yang melintang di tengah jalan.

Kondisi ini tak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga menimbulkan potensi bahaya serius bagi warga sekitar.

Kepala Desa Turi menyebut angin datang sangat cepat dan kuat tanpa tanda-tanda sebelumnya.

“Anginnya berputar dan sangat kencang. Datangnya tiba-tiba, warga tidak sempat mengantisipasi,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Suyanto (45), warga setempat, yang mengaku terkejut saat kejadian berlangsung.

“Tiba-tiba terdengar suara keras seperti gemuruh. Saat keluar rumah, tiang listrik sudah miring dan sebagian roboh,” ujarnya.

Menanggapi kejadian tersebut, petugas dari instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Dalam proses evakuasi, petugas terlihat menggunakan perlengkapan keselamatan lengkap guna menghindari risiko korsleting maupun sengatan listrik.

Pihak PLN juga bergerak cepat dengan melakukan pemadaman sementara demi mengamankan area sebelum dilakukan perbaikan jaringan.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami lakukan pengamanan terlebih dahulu sebelum perbaikan,” kata salah satu petugas di lapangan.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, kerugian material masih dalam proses pendataan oleh aparat desa bersama pihak terkait.

Pemerintah setempat menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, terutama di masa peralihan musim seperti saat ini.

Kesiapsiagaan dan kewaspadaan, serta kerja sama antara masyarakat dan pemerintah, menjadi kunci utama untuk meminimalisir risiko dan menjaga keselamatan bersama. (Fs)