Peristiwa

Jalan Suwoko Lamongan Terendam Banjir, Pengendara Terpaksa Putar Balik

aksesadim01
7074
×

Jalan Suwoko Lamongan Terendam Banjir, Pengendara Terpaksa Putar Balik

Sebarkan artikel ini
IMG 20260110 WA0002

LAMONGAN – Hujan deras yang mengguyur Kota Lamongan selama hampir dua jam pada Jumat sore (9/1/2026) kembali memicu genangan banjir di sejumlah ruas jalan utama.

Curah hujan tinggi yang turun secara tiba-tiba membuat sistem drainase kewalahan menampung debit air, sehingga genangan cepat meluas ke badan jalan.

Salah satu titik paling parah terpantau di Jalan Suwoko. Di lokasi ini, ketinggian air mencapai sekitar 25 sentimeter, setara tinggi trotoar.

Kondisi tersebut memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan, bahkan tidak sedikit yang memilih memutar arah demi menghindari risiko mogok.

Tak hanya jalan raya, dampak banjir juga merembet ke fasilitas vital.

Sebuah rumah sakit umum di kawasan tersebut dilaporkan ikut tergenang, dengan air masuk hingga ke ruang perawatan setinggi kurang lebih 20 sentimeter.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pasien dan tenaga medis.

Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat berhenti di tepi jalan untuk memastikan mesin kendaraan mereka aman dari air.

Genangan yang cukup dalam dinilai berisiko menyebabkan mesin kemasukan air dan mogok mendadak, terutama bagi kendaraan roda dua.

Sholeh, warga sekitar mengaku peristiwa ini bukan hal baru. Menurut mereka, banjir hampir selalu muncul setiap kali hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi selama satu hingga dua jam.

“Kalau hujan agak lama, pasti tergenang. Airnya lama surut karena salurannya sudah tidak berfungsi maksimal,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Mif warga lainnya yang menyebut masalah genangan ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan menyeluruh.

Meski air biasanya surut beberapa jam setelah hujan reda, dampaknya tetap dirasakan masyarakat, khususnya saat jam lalu lintas padat.

Selain menghambat arus kendaraan, genangan air juga memicu ancaman keselamatan.

Marka jalan yang tertutup air membuat pengendara sulit melihat lubang atau permukaan jalan yang tidak rata, sehingga rawan menimbulkan kecelakaan.

Beberapa warga bahkan mengaku pernah menyaksikan kendaraan tergelincir saat melintasi genangan, terutama pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.

Masyarakat pun berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap berulang ini.

Perbaikan drainase secara menyeluruh, mulai dari pengerukan sedimentasi, pelebaran saluran, hingga penataan ulang jalur pembuangan air, dinilai mendesak untuk dilakukan.

Tak kalah penting, warga juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap sampah dan limbah yang kerap menyumbat saluran air di kawasan padat penduduk.

Hingga berita ini ditayangkan, kondisi lalu lintas di sejumlah titik berangsur normal seiring dengan surutnya genangan.

Namun bagi warga Lamongan, setiap awan gelap yang menggantung masih menjadi sinyal kekhawatiran akan banjir yang kembali datang. (fs)