Daerah

Inflasi Rendah, Hunian Hotel di Gresik Terus Naik

aksesadim01
7855
×

Inflasi Rendah, Hunian Hotel di Gresik Terus Naik

Sebarkan artikel ini
IMG 20260202 WA0033

GRESIK – Kondisi perekonomian Kabupaten Gresik memasuki awal tahun 2026 menunjukkan sinyal yang menggembirakan.

Stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga, sementara sektor pariwisata dan jasa akomodasi mencatatkan peningkatan aktivitas yang signifikan.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik, inflasi daerah tercatat dalam kondisi terkendali.

Ketua Tim Statistik Harga sekaligus Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Gresik, Muhammad Alamsyah, menyampaikan bahwa laju inflasi Gresik berada pada level yang sangat kompetitif di Jawa Timur.

“Pada Januari 2026, inflasi secara year-on-year tercatat sebesar 2,35 persen, yang merupakan inflasi terendah di Provinsi Jawa Timur. Bahkan secara month-to-month dan year-to-date, Kabupaten Gresik mengalami deflasi sebesar 0,45 persen,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga kebutuhan masyarakat relatif stabil dan terkendali, sekaligus mencerminkan keberhasilan langkah pengendalian inflasi daerah di tengah dinamika ekonomi nasional.

Seiring dengan stabilnya harga, sektor pariwisata dan jasa perhotelan di Kabupaten Gresik juga memperlihatkan tren pertumbuhan yang positif.

Pada Desember 2025, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat mencapai 67,07 persen, meningkat 0,88 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, hotel nonbintang juga mengalami kenaikan tingkat hunian hingga 37,78 persen.

Meningkatnya okupansi hotel ini menjadi indikasi kuat meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk kepentingan bisnis, agenda pemerintahan, maupun kunjungan wisata.

Dampaknya pun dirasakan oleh sektor pendukung lain seperti transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal.

Tak hanya dari sisi tingkat hunian, kualitas kunjungan wisatawan juga mengalami peningkatan.

Rata-rata lama menginap tamu di hotel nonbintang pada Desember 2025 mencapai 2,38 hari, sedangkan tamu asing di hotel berbintang tercatat menginap rata-rata 2,32 hari.

Angka tersebut menunjukkan bahwa wisatawan tidak sekadar transit, melainkan memiliki waktu tinggal yang cukup untuk berbelanja, menikmati kuliner, serta mengunjungi berbagai destinasi di Kabupaten Gresik.

Kombinasi antara inflasi yang terkendali dan meningkatnya aktivitas sektor pariwisata menjadi indikator kuat ketahanan ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Gresik terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong sektor-sektor produktif agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. (fs)