BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) terus mempercepat pembenahan infrastruktur, khususnya di sektor Penerangan Jalan Umum (PJU).
Langkah ini tak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kenyamanan masyarakat Bojonegoro.
Salah satu gebrakan terbaru terlihat di kawasan perbatasan Bojonegoro–Tuban, tepatnya di jalur menuju Jembatan Terusan Bojonegoro–Tuban (TBT).
Di lokasi ini, Pemkab Bojonegoro menghadirkan sentuhan baru berupa lampu ikonik berbentuk Mliwis Putih yang kini menjadi daya tarik tersendiri.
Sebanyak 14 titik lampu LED berdaya 90 Watt telah dipasang, menerangi kawasan yang menghubungkan Kecamatan Kanor (Bojonegoro) dan Rengel (Tuban).
Kehadiran lampu-lampu ini bukan hanya mempercantik wajah perbatasan Bojonegoro-Tuban, tetapi juga membawa dampak nyata bagi aktivitas masyarakat.
Penerangan yang semakin optimal membuat aktivitas warga lintas kabupaten kini bisa berlangsung lebih lama.
Kawasan sekitar jembatan yang dulunya cenderung sepi pada malam hari, kini mulai hidup dengan munculnya titik-titik ekonomi baru.
Area taman di sekitar Jembatan TBT perlahan berkembang menjadi ruang publik sekaligus sentra ekonomi, tempat warga Bojonegoro berkumpul, beristirahat, hingga berjualan.
Selain berdampak ekonomi, keberadaan PJU juga meningkatkan aspek keamanan.
Area parkir di sekitar jembatan kini lebih terang, sehingga masyarakat Bojonegoro yang singgah untuk beristirahat merasa lebih aman dan nyaman, terutama pada malam hari.
Tak kalah penting, keberadaan lampu ikonik ini juga memberikan kesan hangat bagi para pemudik yang melintas, seolah menjadi gerbang penyambutan saat memasuki wilayah Bojonegoro.
Kepala Bidang PJU DPKPCK Bojonegoro, Sarifuddin, mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan penyisiran dan perawatan lampu jalan secara intensif, tidak hanya di kawasan kota tetapi juga di sepanjang jalur nasional.
Saat ini, Pemkab Bojonegoro mengelola sekitar 17.000 titik lampu PJU. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.000 lampu mendapatkan perawatan rutin setiap tahunnya.
Setiap tim teknis bertanggung jawab menangani lima kecamatan sekaligus.
Menariknya, layanan perbaikan tetap berjalan meski akhir pekan.
“Petugas kami tetap turun ke lapangan pada Sabtu dan Minggu, dengan penanganan yang menyesuaikan kondisi cuaca,” ujar Sarifuddin.
PJU Tetap Siaga Saat Lebaran
Untuk memastikan suasana tetap terang selama Idul Fitri 1447 Hijriah, tim PJU disiagakan penuh selama masa cuti bersama.
Layanan pengaduan masyarakat juga tetap dibuka agar setiap kerusakan bisa segera ditangani.
“Petugas piket tetap standby, terutama di wilayah perkotaan. Kami ingin memastikan masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Warga Diminta Aktif Melapor
Pemkab Bojonegoro juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum dengan melaporkan jika menemukan lampu padam atau kerusakan.
Laporan bisa disampaikan melalui WhatsApp Call Center, 0821-3277-8200, Instagram: @pjubojonegoro.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menjaga Bojonegoro tetap terang, aman, dan semakin berkembang. (er)







