Daerah

Hadiah Umroh dan Pesan Persatuan Warnai Milad Muhammadiyah ke-113 di Bojonegoro

aksesadim01
2578
×

Hadiah Umroh dan Pesan Persatuan Warnai Milad Muhammadiyah ke-113 di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
IMG 20251201 WA0002

BOJONEGORO — Lautan manusia memenuhi Stadion Letjen H. Soedirman pada gelaran Tabligh Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah, Sabtu malam.

Ribuan warga dari berbagai penjuru Bojonegoro tumpah ruah mengikuti acara akbar yang dikemas penuh kekhidmatan, dimeriahkan penampilan seni, serta undian doorprize dengan hadiah utama umrah gratis yang membuat suasana semakin pecah.

Kemeriahan ini sekaligus menjadi bukti kuat bahwa Muhammadiyah tetap menjadi gerakan dakwah dan sosial yang dicintai masyarakat lintas generasi.

Acara besar tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang keduanya memberikan pesan strategis mengenai peran Muhammadiyah dalam pembangunan bangsa.

Dalam rangkaian tausiyah, kembali ditekankan bahwa Muhammadiyah sejak berdiri bukan hanya bergerak pada ranah keagamaan, tetapi juga berkomitmen membangun masyarakat Islam yang berkemajuan.

Di era modern, kontribusi Muhammadiyah kian luas mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi.

Mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Tabligh Akbar ini menjadi momentum untuk membangkitkan semangat baru di tengah warga Muhammadiyah agar terus berpikir maju dan meningkatkan kualitas hidup umat, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengungkapkan rasa syukur atas cuaca cerah serta antusiasme luar biasa masyarakat.

“Selamat Milad ke-113 Muhammadiyah. Kami sangat berterima kasih atas kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Pemerintah Kabupaten siap menjadi mitra strategis,” ujarnya.

Sontak stadion bergemuruh ketika Bupati mengumumkan kabar baik: tambahan kuota haji untuk Jawa Timur, termasuk Bojonegoro. Informasi tersebut langsung mendapat respons meriah dari ribuan jamaah yang hadir.

Wamen Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan pesan penting tentang alasan mengapa Muhammadiyah tetap eksis lebih dari satu abad.

Menurutnya, Muhammadiyah dan organisasi otonom seperti Aisyiyah adalah gerakan, bukan sekadar organisasi.

“Gerakan harus terus tumbuh. Kuncinya adalah kekompakan, tidak hanya antarsesama warga Muhammadiyah, tetapi juga dengan seluruh ormas keagamaan lainnya. Era sekarang adalah era kolaborasi, bukan perpecahan,” tegas Dahnil.

Ia juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo mendorong seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam pembangunan, sehingga tidak boleh ada ruang bagi perpecahan di tengah masyarakat.

Tabligh Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah di Bojonegoro bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat kuat akan pentingnya kolaborasi dan persatuan dalam memajukan umat.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan pusat, harapannya gerakan Muhammadiyah semakin mampu menciptakan masyarakat yang religius, berdaya, sejahtera, dan berkemajuan. (Pro/er)