Infotaiment

Gempa Terjadi di NTB dan Papua, BMKG Rilis Detail Magnitudo dan Kedalaman

aksesadim01
8891
×

Gempa Terjadi di NTB dan Papua, BMKG Rilis Detail Magnitudo dan Kedalaman

Sebarkan artikel ini
IMG 20260203 WA0019

ORBIT NASIONAL – Aktivitas gempa bumi kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa dini hari (3/2/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua kejadian gempa yang mengguncang wilayah Pulau Saringi, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Keerom, Papua dalam rentang waktu berdekatan.

Gempa pertama terjadi di wilayah barat laut Pulau Saringi, NTB.

Berdasarkan rilis resmi BMKG, gempa ini memiliki kekuatan Magnitudo 4,2 dan terjadi pada pukul 02.30.57 WIB.

BMKG menjelaskan, pusat gempa berada di koordinat 8,35 Lintang Selatan (LS) dan 116,97 Bujur Timur (BT) atau sekitar 8 kilometer barat laut Pulau Saringi, NTB.

Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer, tergolong gempa dangkal yang berpotensi terasa di sekitar pusat gempa.

Dalam keterangannya, BMKG menegaskan bahwa informasi awal gempa disampaikan untuk kecepatan penyebaran informasi kepada masyarakat dan masih dapat mengalami pembaruan seiring kelengkapan data.

Sementara itu, gempa bumi lainnya juga tercatat mengguncang wilayah tenggara Keerom, Papua, pada pukul 01.53.33 WIB.

Gempa ini memiliki kekuatan Magnitudo 3,2 dengan pusat gempa berada di koordinat 3,46 LS dan 141,46 BT.

BMKG menyebutkan, pusat gempa berlokasi sekitar 78 kilometer tenggara Keerom, Papua, dengan kedalaman 71 kilometer, yang tergolong sebagai gempa menengah.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat kedua peristiwa gempa tersebut.

BMKG menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG.

BMKG juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan wilayah rawan gempa bumi, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan aktivitas seismik. (Red)