Infotaiment

Gas 3 Kg di Bojonegoro Tembus Rp25 Ribu, Polisi Bongkar Pelanggaran Pangkalan

aksesadim01
8732
×

Gas 3 Kg di Bojonegoro Tembus Rp25 Ribu, Polisi Bongkar Pelanggaran Pangkalan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260318 WA0022

BOJONEGORO – Kelangkaan LPG 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah Bojonegoro dalam beberapa hari terakhir memicu lonjakan harga dan keresahan warga, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Merespon kondisi tersebut, jajaran kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lapangan guna memastikan distribusi tetap berjalan sesuai aturan.

Kegiatan ini melibatkan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kanit II Sat Reskrim Polres Bojonegoro IPDA A. Zaenan Na’im, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Tim gabungan menyasar sejumlah titik penting, mulai dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Swarna Bina di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, hingga beberapa pangkalan LPG di Desa Kapas dan Desa Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro Kota.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG.

Menurutnya, pengawasan distribusi akan terus diperketat dengan melibatkan aparat kepolisian agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan.

“Kami pastikan distribusi LPG berjalan lancar dan sesuai ketentuan. Pengawasan akan terus kami lakukan bersama kepolisian,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Sementara itu, Kanit II Sat Reskrim Polres Bojonegoro IPDA A. Zaenan Na’im mengungkapkan bahwa lonjakan kebutuhan menjelang Lebaran menjadi salah satu faktor utama kelangkaan.

Namun, dalam sidak tersebut petugas juga menemukan adanya pelanggaran.

Salah satu pangkalan di Desa Kapas kedapatan menjual LPG 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Harga jual di tingkat pangkalan tersebut mencapai Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per tabung, padahal HET resmi di Jawa Timur ditetapkan sebesar Rp 18.000.

“Pangkalan tersebut akan ditindak. Pertamina akan melaporkan ke agen untuk proses Pemutusan Hubungan Usaha, dan kami juga melakukan pendalaman,” tegas Na’im.

Sebelumnya, petugas juga melakukan pengecekan di SPBE PT Kurniawan Mekar Agung Abadi di Kecamatan Padangan.

Dari hasil evaluasi, diketahui distribusi sempat mengalami keterlambatan akibat faktor cuaca dan jarak pengiriman.

Sebagai solusi, disepakati penambahan armada distribusi serta perpanjangan jam operasional layanan, bahkan tetap buka saat hari raya, guna menjamin pasokan LPG tetap tersedia dan merata di Bojonegoro.

Pihak kepolisian menghimbau masyarakat Bojonegoro untuk tidak melakukan panic buying serta menggunakan LPG 3 kilogram sesuai peruntukannya.

Warga juga diminta proaktif melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan atau penyimpangan distribusi.

Dengan langkah cepat ini, diharapkan distribusi LPG di Bojonegoro kembali stabil sehingga masyarakat dapat menjalani momen Lebaran dengan tenang dan nyaman. (er)