BOJONEGORO — Komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan terus ditunjukkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro.
Melalui program penghijauan, DWP menyalurkan bibit tanaman sebagai langkah konkret menciptakan lingkungan yang lebih asri, sehat, dan berkelanjutan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).
Gerakan hijau ini diawali dengan penyerahan bibit bougenville dan kelor kepada Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Jumat (9/1/2026).
Penyaluran bibit tersebut menjadi titik awal upaya berkelanjutan DWP dalam memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya ruang hijau.
Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Emi Edi Susanto, menegaskan bahwa keterlibatan DWP dalam penghijauan bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bentuk kepedulian perempuan terhadap masa depan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran menjaga lingkungan, dimulai dari keluarga hingga lingkungan kerja. Melalui kebersamaan DWP, kami ingin mendorong terciptanya lingkungan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Khoiriyah Mukhtadlo, menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi aktif dalam gerakan penghijauan lintas OPD.
“Ini adalah langkah awal yang sangat positif. Pemberian bibit bougenville dan kelor diharapkan menjadi pemantik tumbuhnya kepedulian lingkungan di setiap OPD, bukan hanya hari ini tetapi berkelanjutan ke depan,” tuturnya.
Khoiriyah juga menyoroti manfaat tanaman kelor yang tidak hanya bernilai estetika dan peneduh, tetapi juga kaya manfaat kesehatan.
Kelor dikenal sebagai sumber pangan bergizi yang berpotensi membantu mengontrol gula darah dan kolesterol, mengurangi peradangan, meningkatkan energi, melancarkan pencernaan, hingga membantu mengurangi gejala menopause.
Melalui program ini, DWP Kabupaten Bojonegoro berharap gerakan penghijauan tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut pada perawatan dan pemanfaatan tanaman sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan di lingkungan OPD. (er)







