Peristiwa

Driver Ojol Batam Meninggal di Atas Motor, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

aksesadim01
8750
×

Driver Ojol Batam Meninggal di Atas Motor, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260217 WA0053

BATAM – Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Peristiwa tersebut menjadi viral setelah video dan informasi kejadian beredar luas di Instagram dan sejumlah akun media lokal Batam.

Informasi awal diunggah oleh akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Selasa, 17 Februari 2026.

Dalam unggahan itu disebutkan seorang driver ojol di Batam bernama Asep ditemukan meninggal dunia saat masih berada di atas sepeda motornya.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB pada Minggu, 15 Februari 2026, di depan ruko kawasan Palm Spring, Batam.

Menurut keterangan yang beredar, korban ditemukan dalam posisi tertunduk di atas motornya.

Warga sekitar awalnya mengira Asep hanya sedang beristirahat atau tertidur sejenak setelah bekerja seharian.

Beberapa jam sebelum ditemukan tak bernyawa, korban disebut masih terlihat beraktivitas normal seperti biasa, duduk di atas motor sambil menunggu orderan masuk.

Tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang terlihat oleh warga di sekitar lokasi.

Namun saat didekati lebih dekat, korban tidak menunjukkan respon.

Situasi yang awalnya tenang mendadak berubah menjadi kepanikan ketika warga menyadari Asep sudah tidak bergerak.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan jaket ojek online bertuliskan Gojek.

Jaket tersebut masih melekat di tubuhnya, menjadi simbol bahwa ia meninggal dunia saat masih menjalankan pekerjaannya.

Potongan video yang memperlihatkan situasi di lokasi kejadian pun dengan cepat menyebar dan memicu beragam reaksi warganet.

Banyak yang menyampaikan belasungkawa sekaligus menyoroti beratnya perjuangan para driver ojol yang bekerja hingga larut malam.

Petugas dari Polresta Barelang dilaporkan segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.

Tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kematian korban.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Hal tersebut memperkuat dugaan bahwa kematian Asep bukan akibat tindak kriminal.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepulauan Riau untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari tim medis.

Dugaan sementara mengarah pada faktor kelelahan atau kemungkinan kondisi kesehatan tertentu yang dialami korban.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kesimpulan final akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan medis keluar secara resmi. (Dm)