PeristiwaTNI/POLRI

Cuaca Buruk Tak Surutkan Pencarian Anak Lamongan Tenggelam di Bengawan Solo

aksesadim01
7856
×

Cuaca Buruk Tak Surutkan Pencarian Anak Lamongan Tenggelam di Bengawan Solo

Sebarkan artikel ini
IMG 20260204 WA0014

LAMONGAN — Harapan untuk menemukan seorang anak yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo masih terus menyala.

Memasuki hari kedua pencarian, Polres Lamongan bersama tim gabungan kembali menyisir aliran sungai dengan penuh kehati-hatian, mengandalkan koordinasi dan semangat kemanusiaan agar korban segera ditemukan.

Operasi pencarian dilanjutkan sejak Rabu pagi (4/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Seluruh personel mengikuti apel kesiapan di kawasan Taman Mahoni, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, sebelum bergerak menuju titik-titik penyisiran yang telah ditentukan.

Apel dan kegiatan pencarian dipimpin langsung oleh Kapolsek Sekaran IPTU Ahmad Zunaedi, S.IP., didampingi Kasat Polair AKP Guntur.

Turut terlibat dalam operasi ini personel Polri, Basarnas, BPBD Kabupaten Lamongan, relawan, serta unsur terkait lainnya.

Untuk memaksimalkan pencarian, tim gabungan mengerahkan tiga unit perahu karet milik Basarnas Bojonegoro, BPBD Lamongan, dan Satpolairud Polres Lamongan.

Penyisiran difokuskan pada area-area yang dinilai berpotensi, dengan mempertimbangkan lokasi terakhir korban terlihat serta kondisi arus Bengawan Solo yang cukup deras.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa sore (3/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu, korban berinisial MN (13) tengah berenang bersama temannya di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di kawasan Babakan Taman Mahoni, Desa Kendal.

“Korban diduga kelelahan dan sempat meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar oleh seorang warga yang kemudian berupaya memberikan bantuan bersama masyarakat sekitar,” ujar IPDA Hamzaid.

Dalam insiden tersebut, satu anak lainnya berinisial R (14) berhasil diselamatkan. Namun hingga kini, korban MN masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan secara intensif.

Upaya pencarian pada hari pertama sempat dihentikan sementara akibat hujan deras disertai angin kencang yang membahayakan keselamatan tim di lapangan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmen aparat dan tim gabungan untuk melanjutkan pencarian pada hari berikutnya.

Polres Lamongan juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas di sekitar sungai dan perairan terbuka, khususnya bagi anak-anak.

Pengawasan dari orang tua serta peran lingkungan sekitar dinilai sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Dengan sinergi lintas instansi dan semangat kemanusiaan, Polri bersama tim gabungan berkomitmen untuk terus melakukan pencarian secara maksimal hingga korban berhasil ditemukan. (fs)