Regional

Bolo Festival 2025 Resmi Dibuka, Kreativitas Bojonegoro Meledak

aksesadim01
5655
×

Bolo Festival 2025 Resmi Dibuka, Kreativitas Bojonegoro Meledak

Sebarkan artikel ini
IMG 20251207 WA0001

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Bojonegoro Creative HUB (BCH) resmi menyalakan panggung kreativitas melalui Bolo Festival 2025 (Bojonegoro Kolaborasi Festival). Acara ini mengusung tema penuh energi: “Energi Baru Bojonegoro, Kreativitas yang Menyala.”

Festival yang dibuka dengan penuh rasa syukur ini menjadi ajang besar bagi para pelaku ekonomi kreatif lintas sektor untuk berkumpul, berjejaring, dan memamerkan karya terbaik mereka.

Menariknya, meski baru berumur tiga bulan, BCH langsung tancap gas dengan menghadirkan festival berskala besar, setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan berbagai pelatihan dan bimbingan teknis untuk subsektor ekonomi kreatif.

Salah satu hasilnya sudah terlihat. Seorang peserta bimtek BCH berhasil menyabet juara pada kompetisi perfilman tingkat Provinsi Jawa Timur melalui karya bertajuk “Suba Manggala”, yang diumumkan pada Sabtu 5 Desember 2025 di Surabaya.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memberikan apresiasi besar kepada Komite Ekonomi Kreatif, BCH, serta seluruh komunitas kreatif mulai dari sejarah, literasi, musik, film, fotografi, seni pertunjukan, budaya tradisi, hingga jejaring kolaboratif lainnya.

“Festival ini adalah wajah gotong royong, persahabatan, kreativitas, dan kolaborasi lintas sektor,” tegas Bupati.

Ia menekankan bahwa Bojonegoro perlu menyiapkan energi baru menghadapi masa depan. Selama puluhan tahun, perekonomian daerah ditopang oleh industri migas yang bersifat ekstraktif dan memiliki batas waktu.

Karena itu, kata Bupati, masa depan Bojonegoro tidak boleh bergantung pada apa yang digali dari bumi, tetapi pada ide, inovasi, dan kreativitas warganya.

Bolo Festival menjadi bukti nyata bahwa kreativitas mampu menjadi sumber energi baru bagi Bojonegoro pasca industri migas.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pun menegaskan komitmennya mengembangkan ekonomi kreatif sebagai sektor unggulan baru.

Langkah strategis telah diambil, mulai dari pembentukan Komite Ekonomi Kreatif (KEK) hingga pembangunan Bojonegoro Creative Hub (BCH) sebagai rumah besar untuk berkolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, akademisi, hingga pelaku usaha.

Di momentum festival ini, Bupati Wahono kembali menggaungkan visi besar “Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan”, yang diperkuat dengan lima misi pembangunan dan penguatan City Branding Medhayoh Bojonegoro.

Melalui branding “Medhayoh”, Bojonegoro diproyeksikan menjadi daerah yang ramah, menyenangkan, dan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang berkunjung.

“Semoga Bolo Festival menjadi energi baru dan harapan baru bagi Bojonegoro yang kreatif serta kolaboratif,” pungkasnya. (Pro/er)