LAMONGAN – Kolaborasi TNI, petani, dan instansi pertanian terus diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Lamongan.
Salah satu wujudnya terlihat dalam kegiatan panen raya bawang merah di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Batuud Koramil 0812/23 Solokuro, Serka Suzaki Erfan, bersama Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) setempat, petugas UPT Pertanian Kecamatan Solokuro, serta para petani yang terlibat langsung dalam proses panen.
Momentum ini tidak hanya menandai keberhasilan petani memanen komoditas hortikultura, tetapi juga memperlihatkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mengembangkan potensi pertanian di wilayah pedesaan.
Hamparan tanaman bawang merah yang memasuki masa panen menjadi salah satu potensi yang diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Jika didukung pengelolaan yang baik dan pemasaran yang tepat, komoditas tersebut berpeluang meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan perekonomian desa.
Keterlibatan TNI dalam kegiatan panen raya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, khususnya melalui pendampingan kepada masyarakat di wilayah binaan.
Serka Suzaki Erfan menegaskan, Koramil 0812/23 Solokuro berkomitmen hadir mendukung para petani dalam mengembangkan sektor pertanian.
Menurutnya, pendampingan tidak cukup hanya dilakukan saat pengolahan lahan dan penanaman.
Dukungan juga perlu berlanjut hingga masa panen, termasuk membantu mendorong terbukanya akses pemasaran agar hasil pertanian dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik.
“Kami dari Koramil 0812/23 Solokuro siap hadir di tengah masyarakat, khususnya para petani. Pendampingan ini merupakan bentuk pengabdian kami untuk mendukung ketahanan pangan serta mendorong pertanian di wilayah binaan agar semakin produktif,” ujar Serka Suzaki Erfan.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat petani dalam mengelola lahan sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai pihak ketika menghadapi kendala dalam kegiatan pertanian.
Selain TNI, keterlibatan HKTI dan UPT Pertanian Kecamatan Solokuro menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan komoditas bawang merah di Desa Tenggulun.
HKTI memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan dan aspirasi petani dengan pemangku kepentingan terkait.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan pupuk, akses permodalan, penerapan teknologi budidaya, serta kestabilan harga jual hasil panen.
Berbagai tantangan tersebut membutuhkan koordinasi berkelanjutan agar petani memiliki dukungan yang memadai dalam menjalankan usaha pertanian.
Di sisi lain, perwakilan UPT Pertanian Kecamatan Solokuro menyampaikan apresiasi atas keberhasilan budidaya bawang merah di Desa Tenggulun.
Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan melalui penerapan teknik budidaya yang tepat dan pendampingan secara berkesinambungan.
Penyuluhan kepada petani juga menjadi faktor penting, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, serta upaya menjaga mutu hasil panen.
Dengan pengelolaan yang tepat, diharapkan produktivitas bawang merah dapat dipertahankan dan dikembangkan pada musim tanam berikutnya.
Bagi petani, keberhasilan panen merupakan salah satu tahapan penting dalam usaha pertanian.
Namun, hasil panen yang baik perlu diimbangi dengan akses pemasaran dan harga jual yang memadai agar dapat memberikan keuntungan yang sepadan dengan biaya produksi.
Karena itu, sinergi antara TNI, HKTI, petugas pertanian dan kelompok petani diharapkan tidak berhenti pada momentum panen raya.
Kerja sama tersebut perlu terus diperkuat untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan sarana produksi hingga pemasaran hasil pertanian.
Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan panen juga menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan menyerap persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
Dukungan yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu menciptakan kegiatan pertanian yang lebih produktif, sekaligus memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama dalam penyediaan pangan.
Panen raya bawang merah di Desa Tenggulun menjadi momentum untuk terus menggali potensi pertanian lokal di Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.
Pengembangan komoditas hortikultura membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari peningkatan keterampilan budidaya hingga penguatan rantai pemasaran.
Dengan dukungan yang tepat, potensi pertanian desa diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Sinergi tersebut menunjukkan bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas petani, serta koordinasi lintas sektor, Desa Tenggulun diharapkan mampu mengembangkan potensi bawang merah sekaligus berkontribusi terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lamongan. (fs)





