Infotaiment

Kupas Peran Penting Labkesmas Bojonegoro dalam Diagnosis Kesehatan

aksesadim01
8280
×

Kupas Peran Penting Labkesmas Bojonegoro dalam Diagnosis Kesehatan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260417 WA0032

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui transformasi Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas).

Langkah ini disosialisasikan dalam talkshow SAPA! (Selamat Pagi) Bojonegoro yang disiarkan Radio Malowopati FM, Jumat (17/04/2026), dengan tema penguatan layanan kesehatan berbasis laboratorium.

Hadir sebagai narasumber, dr. Lucky Imroah dari Dinas Kesehatan Bojonegoro dan Rahmawati D.A., S.Kep.Ns selaku Kepala UPT Labkesmas.

Diskusi dipandu oleh host Lia Yunita dan mengupas peran vital laboratorium dalam mendukung sistem kesehatan daerah.

Dalam pemaparannya, dr. Lucky menegaskan bahwa laboratorium merupakan elemen penting dalam dunia medis, khususnya sebagai penunjang utama dalam proses penegakan diagnosis.

“Laboratorium tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan diagnosis yang tepat, terutama dalam aspek kesehatan lingkungan,” jelasnya.

Saat ini, Labkesmas Bojonegoro lebih fokus pada layanan pemeriksaan kesehatan lingkungan.

Masyarakat Bojonegoro dapat memanfaatkan berbagai layanan seperti uji kualitas air, analisis limbah, hingga pemeriksaan makanan yang dicurigai mengandung zat berbahaya seperti boraks dan formalin.

Tak hanya itu, Labkesmas juga memiliki peran penting dalam mendukung proses perizinan sanitasi.

Pengambilan sampel dilakukan langsung di lokasi, sehingga hasil pemeriksaan dinilai lebih akurat dan sesuai kondisi lapangan.

Sementara itu, Rahmawati menjelaskan bahwa layanan unggulan Labkesmas saat ini masih didominasi pemeriksaan air dan makanan.

Dari sisi sumber daya manusia, unit ini didukung tenaga analis, perawat, dan administrasi, dengan rencana penguatan melalui penambahan dokter spesialis patologi klinik.

“Layanan pemeriksaan klinis seperti tes darah memang belum berjalan karena keterbatasan SDM, namun fasilitas sudah tersedia dan sedang kami siapkan,” ujarnya.

Labkesmas juga melayani rujukan dari puskesmas serta masyarakat umum, terutama dalam pemeriksaan kesehatan lingkungan seperti depot air minum yang wajib diuji secara berkala demi menjamin keamanan konsumsi.

Meski demikian, pengembangan Labkesmas tidak lepas dari tantangan. Rahmawati mengungkapkan bahwa dinamika kasus di lapangan seringkali memengaruhi perencanaan program yang telah disusun.

“Kami harus siap beradaptasi ketika muncul kasus baru yang membutuhkan penanganan cepat,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, dr. Lucky menambahkan bahwa tantangan besar lainnya adalah pemenuhan standar mutu melalui akreditasi laboratorium.

Hal ini penting untuk memastikan setiap hasil pemeriksaan memiliki validitas tinggi dan dapat dipercaya.

“Setelah dua tahun beroperasi, laboratorium wajib terakreditasi. Ini mencakup standar bangunan, peralatan, hingga prosedur kerja agar kualitas layanan benar-benar terjamin,” tegasnya.

Dengan transformasi yang terus digencarkan, Labkesmas Bojonegoro diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam upaya promotif dan preventif, sekaligus memperkuat sistem kesehatan daerah menuju masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas. (Er)