TNI/POLRI

TNI Lamongan Kawal Armada Desa, 92 Kendaraan Siap Dongkrak Ekonomi Rakyat

aksesadim01
8831
×

TNI Lamongan Kawal Armada Desa, 92 Kendaraan Siap Dongkrak Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260417 WA0031

LAMONGAN – Upaya memperkuat ekonomi desa terus digencarkan di Kabupaten Lamongan.

Kali ini, jajaran TNI melalui Babinsa dari Kodim 0812/Lamongan turun langsung mengawal distribusi puluhan kendaraan operasional untuk koperasi desa.

Sebanyak 92 unit kendaraan roda tiga jenis Tossa didistribusikan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di Lamongan, Jumat (17/4/2026).

Seluruh kendaraan diambil secara terpusat di Makodim 0812/Lamongan oleh pengurus koperasi bersama perangkat desa dari masing-masing wilayah.

Pengawalan dilakukan secara menyeluruh. Babinsa tidak hanya hadir saat serah terima, tetapi juga memastikan setiap unit kendaraan benar-benar siap diberangkatkan hingga menuju desa tujuan dengan aman.

Pasiter Kodim 0812/Lamongan, Kapten Inf Bambang, menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa bertujuan untuk memastikan distribusi berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran.

“Semua kendaraan hari ini kita pastikan bergerak sesuai rencana ke desa masing-masing. Pengurus koperasi mengambil langsung, lalu kita dampingi sampai tiba di lokasi,” ujarnya saat memantau proses pelepasan armada.

Kehadiran Babinsa juga menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan terhadap program KDKMP.

Mereka akan terus memonitor pemanfaatan kendaraan agar benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Kendaraan roda tiga ini diharapkan menjadi solusi dalam memperlancar distribusi logistik desa, terutama untuk hasil pertanian dan produk UMKM.

Dengan armada yang memadai, proses pengiriman menjadi lebih cepat, efisien, dan mampu menekan biaya operasional.

“Pendampingan tidak berhenti di sini. Babinsa akan terus mengawal agar kendaraan ini dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi desa,” tambah Kapten Bambang.

Distribusi ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan pengelola koperasi dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis desa.

Harapannya, langkah ini mampu mempercepat perputaran ekonomi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan UMKM di Lamongan. (Fs)