Daerah

Bojonegoro Tambah 3 Desa CANTIK, Potensinya Bikin Takjub

aksesadim01
8295
×

Bojonegoro Tambah 3 Desa CANTIK, Potensinya Bikin Takjub

Sebarkan artikel ini
IMG 20260416 WA0012

BOJONEGORO – Tiga desa di Kabupaten Bojonegoro resmi menyandang status Desa Cinta Statistik (CANTIK) tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara pencanangan Desa CANTIK yang digelar di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (15/4/2026).

Tiga desa di Bojonegoro yang masuk dalam daftar terbaru ini adalah Desa Rendeng (Kecamatan Malo), Desa Pakuwon (Kecamatan Sumberejo), dan Desa Sonorejo (Kecamatan Padangan).

Ketiganya dinilai memiliki keunggulan masing-masing, baik dari sisi potensi ekonomi, inovasi pelayanan, maupun pengelolaan data statistik desa.

Desa Rendeng dikenal sebagai pusat kerajinan gerabah terbesar di Bojonegoro.

Industri ini telah berkembang secara turun-temurun dan menjadi identitas kuat desa sekaligus sumber penghidupan utama warga.

Tak hanya menghasilkan nilai ekonomi, sentra gerabah juga menjelma menjadi daya tarik wisata edukasi.

Banyak pelajar, wisatawan, hingga pelaku usaha datang untuk belajar langsung proses pembuatan gerabah.

Didukung sektor pertanian dan perdagangan, Desa Rendeng kini terus bertransformasi sebagai desa wisata berbasis kerajinan lokal yang berdaya saing.

Desa Pakuwon menjadi contoh desa modern dengan tata kelola administrasi berbasis data yang kuat.

Sejak 2006, desa ini telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMPEDES), menjadikannya pionir digitalisasi layanan publik di tingkat desa.

Selain itu, kemandirian dalam penyediaan air bersih melalui HIPPAM menjadi keunggulan lain yang menopang kesejahteraan masyarakat.

Atas inovasinya, Desa Pakuwon juga berhasil meraih penghargaan dalam ajang Radar Bojonegoro Award 2025 di bidang inovasi digital dan pelayanan publik.

Berbeda dengan dua desa lainnya, Desa Sonorejo mengandalkan sektor pariwisata sebagai kekuatan utama.

Destinasi Pesona Waduk Sonorejo (PWS) kini menjadi salah satu tujuan wisata keluarga yang cukup populer di Bojonegoro.

Pengembangan wisata air yang dipadukan dengan kuliner lokal mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha bagi warga sekitar.

Selain pariwisata, sektor pertanian juga tetap menjadi penopang ekonomi desa.

Dengan penambahan tiga desa di tahun 2026, kini total Desa CANTIK di Kabupaten Bojonegoro mencapai 16 desa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro.

Program ini telah berjalan sejak 2021 dan terus berkembang setiap tahunnya sebagai upaya mendorong desa menjadi subjek pengelola data yang akurat dan berkualitas.

Berikut daftar perkembangan Desa CANTIK di Bojonegoro:

2021: Kauman (Bojonegoro), Prayungan (Sumberrejo)

2022: Kedungsari (Temayang), Pejambon (Sumberrejo), Plesungan (Kapas), Pesen (Kanor)

2023: Sumberrejo (Sumberrejo), Balenrejo (Balen), Dander (Dander)

2024: Pilanggede (Balen), Mulyoagung (Bojonegoro), Panjunan (Kalitidu)

2025: Campurejo (Bojonegoro)

2026: Pakuwon (Sumberrejo), Rendeng (Malo), Sonorejo (Padangan).

Program Desa CANTIK sendiri menjadi bagian penting dalam pembangunan berbasis data.

Desa tidak lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi berperan aktif sebagai pengelola dan penyedia data yang akurat untuk mendukung kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. (Er)