Daerah

Kain Karawo Hingga Kerajinan Unik, Bazar Imigrasi Gorontalo Diserbu Warga

aksesadim01
8746
×

Kain Karawo Hingga Kerajinan Unik, Bazar Imigrasi Gorontalo Diserbu Warga

Sebarkan artikel ini
IMG 20260410 WA0000

GORONTALO – Program Immigration Hub (ImiHub) yang digagas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo terus menunjukkan peran strategisnya, tak hanya di bidang pelayanan publik, tetapi juga dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Dalam kegiatan yang digelar di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Balango, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (8/4/2026), ImiHub menghadirkan konsep berbeda dengan membuka ruang promosi bagi produk unggulan karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta pelaku UMKM lokal.

Deretan stan bazar yang tertata rapi langsung mencuri perhatian pengunjung.

Beragam produk ditampilkan, mulai dari kerajinan tangan khas Gorontalo, olahan pangan kreatif, hingga kain Karawo yang dikenal sebagai warisan budaya daerah.

Yang menarik, produk hasil karya warga binaan dari lembaga pemasyarakatan di bawah Kanwil Ditjenpas Gorontalo justru menjadi salah satu primadona.

Kualitasnya yang rapi dan bernilai jual tinggi membuat banyak pengunjung tak menyangka bahwa produk tersebut dibuat dari balik jeruji.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo, Josua Pahala Martua, menegaskan bahwa kehadiran sektor ekonomi dalam Immigration Hub merupakan bagian dari upaya nyata mendukung pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kreatif.

“Immigration Hub kami rancang sebagai ruang kolaborasi. Di sini, kreativitas warga binaan dan pelaku UMKM mendapat panggung. Harapannya, produk lokal Gorontalo bisa semakin dikenal luas, bahkan menjangkau wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Respon positif datang dari para pelaku UMKM Gorontalo, mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya wadah promosi ini.

Selain tanpa biaya, tingginya kunjungan masyarakat Bone Balango, Gorontalo, membuat penjualan mereka meningkat signifikan hanya dalam satu hari.

Di sisi lain, keikutsertaan warga binaan dalam bazar ini juga membawa pesan kuat tentang proses pembinaan dan peluang kedua.

Produk-produk yang dipamerkan menjadi bukti bahwa keterampilan dan produktivitas tetap bisa tumbuh dalam kondisi terbatas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mereka tetap bagian dari masyarakat. Dukungan dengan membeli produk mereka adalah bentuk kontribusi nyata dalam proses reintegrasi sosial,” tambah Josua.

Melalui konsep yang menggabungkan pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi, Immigration Hub tampil sebagai inovasi multisektor yang berdampak langsung kepada masyarakat Gorontalo.

Kehadirannya diharapkan mampu menumbuhkan semangat wirausaha di wilayah pesisir sekaligus memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan. (Tim Sembilan)