TNI/POLRI

Sterilisasi Hingga Metal Detector, Polisi Jaga Ketat Ibadah Paskah di Lamongan

aksesadim01
8835
×

Sterilisasi Hingga Metal Detector, Polisi Jaga Ketat Ibadah Paskah di Lamongan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260405 WA0044

LAMONGAN – Perayaan Ibadah Paskah 2026 di Kabupaten Lamongan berlangsung dalam suasana damai, aman, dan penuh kekhusyukan, Minggu (5/4/2026).

Kondisi kondusif ini tidak lepas dari peran aktif jajaran Polres Lamongan yang sigap melakukan pengamanan di sejumlah titik gereja.

Sejak sore hari, personel kepolisian telah disiagakan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib tanpa gangguan.

Pengamanan difokuskan di dua lokasi utama, yakni Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius di pusat kota Lamongan serta Rumah Ibadah Katolik Santa Maria di Kecamatan Babat.

Di Gereja Santo Fransiskus Xaverius, ibadah Misa Paskah berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita.”

Ibadah yang dipimpin Romo Yosef tersebut diikuti sekitar 50 jemaat, dengan suasana penuh ketenangan dan doa.

Kehadiran aparat kepolisian dengan pendekatan humanis turut memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jemaat yang beribadah.

Sementara itu, di Gereja Santa Maria Babat, ratusan umat mengikuti Misa Malam Paskah dengan penuh sukacita.

Sebelum ibadah dimulai, petugas telah melakukan berbagai langkah pengamanan, mulai dari sterilisasi area, pemeriksaan barang bawaan, hingga penggunaan metal detector sebagai upaya antisipasi potensi gangguan keamanan.

Sistem pengamanan berlapis diterapkan secara maksimal, menunjukkan kesiapan aparat dalam menjaga stabilitas dan ketertiban selama perayaan berlangsung.

Kapolsek di masing-masing wilayah juga turun langsung memimpin pengamanan, memastikan seluruh personel menjalankan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab.

Sinergi antara aparat kepolisian dan pengurus gereja pun menjadi faktor penting terciptanya suasana aman dan kondusif.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh masyarakat.

“Ibadah adalah hak setiap warga negara. Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, situasi terpantau aman dan terkendali tanpa adanya gangguan berarti.

Bahkan, sejumlah jemaat menyampaikan apresiasi atas kehadiran aparat yang dinilai mampu menciptakan rasa tenang selama ibadah berlangsung.

Perayaan Paskah tahun ini di Lamongan tak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Kristiani, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai toleransi, harmoni, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. (fs)