LAMONGAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, semangat berbagi semakin terasa. Kodim 0812/Lamongan menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah, Kamis (19/03/2026).
Melalui Panitia Zakat Fitrah, bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa zakat fitrah, tetapi juga zakat mal dan fidyah.
Sasaran distribusi meliputi pondok pesantren, panti asuhan, hingga lembaga amil zakat di Kabupaten Lamongan.
Aksi sosial ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat Lamongan.
Terlebih di momen Ramadan, saat kebutuhan masyarakat cenderung meningkat menjelang Lebaran.
Berdasarkan data panitia, penyaluran dilakukan secara transparan dan terencana agar tepat sasaran.
Pondok Pesantren Al-Mizan dan Ponpes Khotidjah masing-masing menerima 102 kilogram beras.
Sementara itu, Ponpes Yatim Piatu Ar-Rosyid memperoleh 114 kilogram beras yang juga mencakup zakat mal dan fidyah.
Bantuan ini diharapkan mampu membantu kebutuhan para santri dan anak-anak yatim.
Tak berhenti di situ, distribusi juga menjangkau Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan dengan total 300 kilogram beras.
Selain itu, Yayasan Putra Putri Prajurit Korem 082/CPYJ turut menerima bantuan sebanyak 200 kilogram beras.
Komandan Kodim 0812/Lamongan, Deni Suryo Anggo Digdo, menegaskan bahwa zakat yang disalurkan merupakan hasil gotong royong prajurit, PNS, dan keluarga besar Kodim.
“Kegiatan ini bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian dan jembatan silaturahmi antara TNI dan masyarakat. Kami berharap bantuan ini membawa manfaat dan keberkahan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, penentuan lokasi distribusi dilakukan secara selektif agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Lembaga seperti pondok pesantren dan Baznas dinilai memiliki jaringan yang efektif dalam menyalurkan bantuan secara luas.
Di penghujung Ramadan, aksi ini menjadi pengingat bahwa nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial tetap hidup.
Zakat yang disalurkan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. (fs)







