Daerah

Libatkan UMKM, Gerakan Pangan Murah di Bojonegoro Dongkrak Ekonomi Desa

aksesadim01
8737
×

Libatkan UMKM, Gerakan Pangan Murah di Bojonegoro Dongkrak Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
IMG 20260228 WA0022

BOJONEGORO – Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro kembali mencatat capaian impresif.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Futsal Desa Penganten, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (25/02/2026), sukses membukukan omzet penjualan lebih dari Rp39 juta.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Ratusan masyarakat Bojonegoro memanfaatkan program ini untuk mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyampaikan bahwa beras masih menjadi komoditas paling diminati. Dalam kegiatan tersebut, total 1.000 kilogram beras terjual habis.

“Beras memang kebutuhan utama masyarakat, jadi wajar jika menjadi produk paling diburu. Alhamdulillah kegiatan berjalan tertib dan lancar,” ujarnya.

Selain beras, produk Minyakita menempati urutan kedua dengan volume penjualan tertinggi.

Stabilitas harga minyak goreng menjadi salah satu faktor yang menarik minat masyarakat.

Yang tak kalah menarik, telur ayam ras juga menjadi primadona berkat adanya subsidi harga Rp5.000 per kilogram.

Subsidi ini diberikan melalui dukungan BPR Bank Daerah Bojonegoro, sebagai bentuk kepedulian terhadap daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga telur di pasaran.

Kombinasi harga terjangkau dan kualitas terjamin membuat lapak-lapak GPM ramai diserbu pembeli hingga siang hari.

Tak hanya menyediakan bahan pokok strategis seperti gula pasir dan minyak goreng, GPM kali ini juga melibatkan pelaku UMKM lokal Desa Penganten dan sekitarnya.

Produk olahan makanan dan aneka jajanan khas desa turut meramaikan kegiatan.

Kehadiran UMKM ini tak sekadar menambah variasi produk, tetapi juga menjadi ruang promosi dan penguatan ekonomi kreatif di tingkat desa.

Program ini dinilai mampu menciptakan efek ganda, menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Zaenal Fanani menegaskan, Gerakan Pangan Murah bukan sekadar agenda pasar murah musiman.

Program ini merupakan strategi pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, serta menjadi instrumen pengendalian inflasi di Kabupaten Bojonegoro.

Keberhasilan pelaksanaan di Desa Penganten menjadi dorongan bagi Pemkab Bojonegoro untuk terus menggencarkan GPM secara berkelanjutan di berbagai kecamatan.

Dengan partisipasi masyarakat yang tinggi, GPM terbukti menjadi solusi konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (er)