BOJONEGORO – Isu peredaran narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan Bojonegoro langsung direspon cepat jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur.
Tim Kanwil turun langsung melakukan razia insidentil di Lapas Kelas IIA Bojonegoro pada Kamis malam (26/02/2026).
Razia mendadak ini dipimpin oleh Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Jatim, Efendi Wahyudi.
Langkah tersebut menjadi bentuk penguatan pengawasan sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap terkendali.
Sebelum penggeledahan dimulai, seluruh petugas mengikuti apel dan arahan teknis.
Penekanan diberikan pada pelaksanaan tugas yang humanis, profesional, serta tetap mengedepankan standar operasional prosedur (SOP).
Tim kemudian bergerak sistematis menyisir sejumlah kamar hunian warga binaan.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari badan, barang pribadi, hingga sudut-sudut kamar yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang terlarang.
Dalam razia tersebut, petugas fokus mengantisipasi peredaran handphone ilegal, narkotika, benda tajam, maupun barang lain yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan lapas.
Efendi Wahyudi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari deteksi dini sekaligus komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih.
“Kami ingin memastikan lapas bebas dari handphone, pungli, dan narkoba. Pengawasan akan terus dilakukan, baik secara berkala maupun insidentil,” tegasnya.
Hasil penggeledahan menunjukkan tidak adanya temuan narkotika maupun indikasi peredaran barang terlarang sebagaimana isu yang sempat beredar di masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Hari Winarca, menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Kanwil serta aparat penegak hukum dalam mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Ia menegaskan, penguatan pengawasan internal menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Razia malam hari ini sekaligus menjadi pesan bahwa pengawasan di dalam lapas tidak pernah kendor.
Langkah preventif terus diperkuat guna menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan lingkungan pembinaan yang aman bagi warga binaan maupun petugas.
Dengan pengawasan yang konsisten, diharapkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan lembaga pemasyarakatan semakin meningkat. (er)








