GRESIK – Kabar gembira bagi warga yang berada di Gresik ingin pulang kampung tanpa terbebani ongkos transportasi.
Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menghadirkan Program Mudik Gratis 2026 menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Tahun ini, sebanyak 750 kuota disiapkan untuk masyarakat yang berada di Gresik ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Program ini menjadi salah satu agenda rutin Pemkab Gresik dalam membantu warga memperoleh akses transportasi yang aman, nyaman, dan tanpa biaya.
Program ini merupakan inisiatif langsung Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, bersama Wakil Bupati Asluchul Alif sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat saat arus mudik.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Khusaini, menyampaikan bahwa pendaftaran resmi dibuka mulai Selasa, 24 Februari 2026.
Proses registrasi dilakukan secara daring melalui Google Form untuk memudahkan masyarakat serta menghindari antrian panjang saat pendaftaran.
“Pendaftaran dibuka mulai 24 Februari 2026 dan pemberangkatan direncanakan pada 18 Maret 2026,” ujarnya, Rabu (25/02/2026).
Calon peserta cukup mengisi formulir online dengan melampirkan KTP dan Kartu Keluarga (KK).
Data yang diminta meliputi:
Nama lengkap
Nomor Induk Kependudukan (NIK)
Alamat sesuai KTP
Nomor telepon aktif
Jumlah peserta dalam satu KK
Rute tujuan
Peserta yang lolos verifikasi diwajibkan menukarkan kupon tiket di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik yang berada di Terminal Bunder, dengan membawa fotokopi KTP dan KK sebagai bukti administrasi.
“Peserta hanya perlu datang untuk penukaran kupon, jadi tidak perlu antri lama atau berebut,” tambah Khusaini.
Pada Mudik Gratis 2026, Pemkab Gresik menyiapkan tujuh rute perjalanan yang mencakup berbagai wilayah di Jawa Timur, yakni:
Gresik – Situbondo – Banyuwangi
Gresik – Pasuruan – Probolinggo – Lumajang – Jember
Gresik – Malang – Blitar
Gresik – Jombang – Kediri – Tulungagung – Trenggalek
Gresik – Madiun – Magetan
Gresik – Madiun – Ponorogo
Gresik – Bojonegoro – Padangan – Ngawi
Dengan pilihan rute tersebut, masyarakat memiliki akses mudik yang lebih luas dan terorganisir.
Selain membantu meringankan beban biaya masyarakat, program ini juga diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan akibat penggunaan kendaraan pribadi saat arus mudik Lebaran.
Melalui penyediaan transportasi resmi dan terjadwal, Pemkab Gresik ingin memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan nyaman hingga sampai ke kampung halaman.
Dengan kuota yang terbatas, masyarakat diimbau segera mendaftar sebelum slot terpenuhi. (fs)







