Infotaiment

Video Ibu Penjual Sayur di Sumba Barat Daya Bersitegang dengan Satpol PP Viral

aksesadim01
8996
×

Video Ibu Penjual Sayur di Sumba Barat Daya Bersitegang dengan Satpol PP Viral

Sebarkan artikel ini
IMG 20260223 WA0012

SUMBA BARAT DAYA – Jagat media sosial tengah dihebohkan video yang memperlihatkan seorang ibu penjual sayur di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), didatangi petugas Satpol PP dan diminta menghentikan aktivitas dagangnya.

Video tersebut diunggah akun Instagram @fakta.indo pada Minggu (22/2/2026) dan langsung menyita perhatian warganet.

Dalam tayangan itu, tampak sejumlah petugas Satpol PP Sumba Barat Daya mendatangi lapak sederhana yang berada tepat di teras rumah sang ibu.

Petugas menilai aktivitas tersebut melanggar aturan karena dianggap membuka “pasar tandingan” di wilayah setempat.

Dalam video yang beredar, sang ibu terlihat keberatan atas tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menyewa lahan atau membuka lapak di fasilitas umum, melainkan berjualan di area rumah pribadi.

“Saya ini bukan mengontrak, saya berjualan di rumah sendiri,” ucapnya dalam video yang viral.

Dia pun mempertanyakan larangan tersebut karena merasa memiliki hak menggunakan teras rumahnya untuk mencari nafkah.

Perdebatan antara pedagang dan petugas Satpol PP pun tak terhindarkan.

Suasana terlihat tegang ketika petugas meminta agar seluruh barang dagangan segera diangkat.

Di sisi lain, petugas Satpol PP menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan dalam rangka menegakkan peraturan daerah (Perda) yang dikeluarkan pemerintah kabupaten.

Menurut petugas, aktivitas jual beli telah dipusatkan di lokasi yang telah disediakan oleh pemerintah daerah (Pemda).

Pedagang diminta untuk berjualan di lapak resmi yang telah ditentukan.

“Tolong diangkat ini barang dagangan, sudah dipusatkan,” terdengar salah satu petugas dalam video tersebut.

Sang ibu tetap bertahan dengan alasannya. Ia menyampaikan bahwa hasil berjualan sayur digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anaknya.

“Kita menjual ini untuk menambah sedikit agar bisa membiayai sekolah anak-anak,” katanya dengan nada tegas.

Pernyataan itu memicu simpati warganet. Hingga Minggu sore (22/2/2026) pukul 15.30 WIB, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 84 ribu pengguna Instagram dan menuai ribuan komentar.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak pemerintah daerah maupun otoritas terkait di Sumba Barat Daya atas viralnya insiden tersebut.

Kasus ini pun memunculkan diskusi publik mengenai penegakan aturan, hak warga atas properti pribadi, serta perlindungan terhadap pelaku usaha kecil. (Tim Sembilan)