GRESIK – Lapangan Pasar Kliwon Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, mendadak ramai sejak pagi buta, Kamis (12/02).
Ratusan warga memadati lokasi pelaksanaan pasar murah yang digelar sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga pangan di Gresik menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan 1447 Hijriah.
Yang membuat suasana semakin semarak, kegiatan pasar murah di Gresik ini bertepatan dengan hari Pasar Kliwon agenda rutin Desa Pongangan yang menjadi ruang perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.
Sejak subuh hingga pukul 09.00 WIB, aktivitas jual beli sudah menggeliat.
Kehadiran pasar murah di momen tersebut semakin menyedot perhatian masyarakat Gresik yang ingin mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Kepala Desa Pongangan, Aan Chunaifi, menyambut baik pelaksanaan pasar murah di wilayahnya.
Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat dalam menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Ramadhan.
“Pasar murah seperti ini sangat bagus. Kalau rutin diadakan, stabilitas harga pangan bisa tetap terjaga. Kebetulan hari ini juga bertepatan dengan Pasar Kliwon yang memang rutin digelar untuk UMKM desa. Karena momennya pas menjelang Ramadhan, warga langsung berbondong-bondong datang,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di Desa Pongangan agar masyarakat semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok saat harga pasar mulai berfluktuasi.
Warga Datang Sejak Pagi
Antusiasme warga terlihat nyata di lapangan.
Salah satunya Sulasmi, warga setempat, yang mengaku sudah berada di lokasi sejak usai sholat Subuh.
“Saya habis subuh sudah di sini. Sekalian jalan pagi, mampir ke UMKM beli bahan masakan. Kebetulan ada pasar murah, saya beli beras untuk persiapan Ramadhan. Alhamdulillah harganya lebih terjangkau,” tuturnya dengan wajah sumringah.
Beras menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diburu warga, selain kebutuhan pokok lainnya yang dijual dengan harga di bawah pasaran.
Tingginya partisipasi masyarakat dalam pasar murah ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah desa dan warga dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok.
Selain membantu masyarakat mendapatkan sembako dengan harga lebih ringan, kegiatan ini juga memberi efek positif terhadap perputaran ekonomi desa, terutama bagi pelaku UMKM yang rutin berjualan saat Pasar Kliwon.
Menjelang Ramadhan 1447 H, pasar murah di Pongangan menjadi bukti bahwa kolaborasi dan momentum yang tepat mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (fs)







