BOJONEGORO — Komitmen memperkuat literasi dan kemampuan Bahasa Inggris masyarakat Bojonegoro semakin nyata.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bojonegoro menerima kunjungan perwakilan Konsulat Amerika Serikat bersama Peace Corps Indonesia pada Rabu (11/02/2026).
Kunjungan ini bukan sekedar silaturahmi. Agenda utamanya adalah penjajakan kerja sama pembentukan English Corner di perpustakaan daerah sekaligus monitoring dan evaluasi kinerja relawan Peace Corps bernama Miss Lucy yang saat ini bertugas di Bojonegoro.
Miss Lucy diketahui aktif sebagai pengajar sekaligus narasumber Bahasa Inggris dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Kepala Dispusip Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terbangun.
Ia menilai kehadiran relawan internasional membawa energi baru bagi peningkatan literasi, khususnya Bahasa Inggris.
Menurut Erick, kolaborasi ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk belajar Bahasa Inggris secara gratis melalui fasilitas perpustakaan.
“Penjajakan ini sekaligus untuk memantau kegiatan relawan Miss Lucy yang saat ini aktif mengajar di program TPBIS. Kami sangat mengapresiasi pendampingan yang telah diberikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, antusiasme peserta pelatihan meningkat sejak adanya relawan Peace Corps.
Perpustakaan pun menjadi ruang belajar yang semakin hidup dan inklusif.
Dalam pertemuan tersebut, Dispusip juga mengajukan harapan agar proposal hibah pembangunan English Corner dapat direalisasikan.
Fasilitas ini dirancang sebagai ruang khusus pembelajaran Bahasa Inggris lengkap dengan koleksi buku, media digital, serta sarana pendukung lainnya.
Erick optimistis, kehadiran English Corner akan menjadi daya tarik baru bagi masyarakat yang ingin mengakses informasi global dan meningkatkan keterampilan bahasa asing.
“Kami berharap usulan English Corner dapat disetujui karena dampaknya akan sangat positif bagi para pemustaka. Ini bisa menjadi magnet baru untuk meningkatkan kunjungan dan minat belajar,” jelasnya.
Tak hanya berhenti pada satu program, Dispusip Bojonegoro juga berharap kolaborasi berkelanjutan dengan Peace Corps Indonesia.
Erick menegaskan pentingnya keberadaan relawan setiap tahun guna memperkuat layanan literasi Bahasa Inggris.
Menurutnya, dukungan internasional seperti ini sangat strategis dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus memperluas wawasan masyarakat Bojonegoro di tingkat global.
“Kami berharap ke depan selalu ada relawan seperti Miss Lucy yang ditugaskan di Bojonegoro. Kehadiran mereka sangat berarti bagi pengembangan literasi bahasa dan peningkatan kualitas layanan perpustakaan,” pungkasnya.
Kolaborasi lintas negara ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perpustakaan yang semakin modern, inklusif, dan berdaya saing global. (er)







