Peristiwa

Pencarian Anak Tenggelam di Sambeng Lamongan Diperluas, Alat Berat Disiapkan

aksesadim01
9868
×

Pencarian Anak Tenggelam di Sambeng Lamongan Diperluas, Alat Berat Disiapkan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260206 WA0010

LAMONGAN – Upaya pencarian terhadap seorang anak yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Lamong, tepatnya di Dusun Kedungcalok, Desa Kreterangon, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, terus dimaksimalkan oleh tim gabungan lintas instansi, Jumat (6/2/2026).

Sejak laporan pertama diterima, unsur TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, hingga petugas Pemadam Kebakaran Lamongan bergerak cepat melakukan pencarian secara terpadu dan berkesinambungan.

Operasi kemanusiaan ini dilakukan dengan mengedepankan koordinasi serta keselamatan seluruh personel di lapangan.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban diketahui berinisial FN (10), seorang pelajar kelas VI Sekolah Dasar.

Saat kejadian, korban bersama lima temannya tengah bermain di sekitar bantaran Sungai Lamong, Kabupaten Lamongan.

Namun keceriaan berubah menjadi kepanikan ketika korban diduga terpeleset di tepi sungai dan kehilangan keseimbangan.

Arus Sungai Lamong yang cukup deras diduga langsung menyeret tubuh korban hingga tenggelam dan menghilang.

Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban segera berlari menuju permukiman warga untuk meminta pertolongan.

Teriakan minta tolong itu didengar oleh dua warga setempat, Winarti dan Markilah, yang langsung mendatangi lokasi.

Di sekitar tempat kejadian, para saksi menemukan sejumlah barang milik korban berupa baju warna kuning, celana pendek abu-abu, dan sandal warna hitam yang tertinggal di pinggir sungai.

Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa korban terseret arus.

Laporan resmi diterima petugas jaga Polsek Sambeng sekitar pukul 13.30 WIB.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Polsek Sambeng segera berkoordinasi dengan Koramil 0812/08 Sambeng, BPBD Kabupaten Lamongan, serta instansi terkait lainnya.

Tak berselang lama, tim gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan penyisiran menyeluruh.

Pencarian difokuskan mulai dari titik awal korban diduga jatuh hingga ke arah hilir sungai, dengan menyusuri tepian, memantau arus air, serta menggali informasi dari warga sekitar.

Hingga sore hari, proses pencarian dilakukan secara intensif. Namun sampai pukul 17.20 WIB, korban belum berhasil ditemukan.

Dengan mempertimbangkan keterbatasan cahaya dan faktor keselamatan, operasi pencarian hari pertama dihentikan sementara.

Meski demikian, aparat memastikan bahwa upaya pencarian tidak dihentikan. Operasi akan kembali dilanjutkan pada Jumat pagi (6/2/2026) mulai pukul 07.00 WIB.

Pada hari lanjutan, tim gabungan akan memperluas radius pencarian, menambah personel, serta mengoptimalkan peralatan pendukung dari BPBD dan Damkar guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi.

Musibah ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Aparat bersama warga berharap korban dapat segera ditemukan, serta keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini. (fs)