Infotaiment

Dari Traktor hingga Drone, Petani Bojonegoro Dapat Angin Segar

aksesadim01
6687
×

Dari Traktor hingga Drone, Petani Bojonegoro Dapat Angin Segar

Sebarkan artikel ini
IMG 20260204 WA0011

BOJONEGORO – Senyum lebar tak bisa disembunyikan dari wajah para pengurus kelompok tani (poktan) yang berkumpul di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Senin (2/2/2026).

Hari itu menjadi momen istimewa, bukan sekadar penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi juga simbol hadirnya harapan baru bagi masa depan petani Bojonegoro.

Melalui DKPP Bojonegoro, pemerintah secara resmi menyalurkan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia berupa 12 unit traktor roda dua, 4 unit traktor roda empat, serta 3 unit drone pertanian yang dilengkapi teknologi modern.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada kelompok tani terpilih untuk mendukung percepatan dan efisiensi proses pertanian di berbagai wilayah Bojonegoro.

Bagi para petani, bantuan ini bukan hanya soal bertambahnya alat kerja, melainkan perubahan besar dalam pola bertani.

Jika sebelumnya mengolah lahan membutuhkan tenaga ekstra dan waktu berhari-hari di bawah terik matahari, kini pekerjaan bisa diselesaikan lebih cepat, lebih ringan, dan lebih presisi.

Teknologi drone pertanian, misalnya, memungkinkan petani melakukan penyemprotan pupuk dan pengendalian hama secara merata dan efisien.

Sementara traktor roda dua dan roda empat membantu pengolahan lahan menjadi lebih cepat, sehingga musim tanam dapat dimaksimalkan.

Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, dalam sambutannya menegaskan bahwa bantuan alsintan dan teknologi pertanian ini merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap petani.

Menurutnya, petani tidak boleh lagi identik dengan kerja berat dan penghasilan yang minim.

“Teknologi ini kami hadirkan untuk memuliakan petani. Kami ingin petani Bojonegoro tidak hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja dengan sejahtera,” tegas Zaenal Fanani.

Dia berharap, dengan dukungan alat modern, produktivitas pertanian Bojonegoro dapat meningkat, biaya produksi dapat ditekan, dan kesejahteraan petani semakin membaik.

Selain itu, penggunaan teknologi juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah saat penyerahan unit drone pertanian kepada perwakilan petani milenial.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa dunia pertanian kini telah bertransformasi dan tidak lagi tertinggal oleh zaman.

Pesan yang ingin disampaikan adalah, bertani itu modern, cerdas, dan penuh peluang. Dengan sentuhan teknologi, sektor pertanian di Bojonegoro diharapkan semakin berdaya saing dan berkelanjutan. (er)